Bathara Katong (Edisi Ziarah Waliyuallah)

batoro-katong

JO, Ponorogo – Ponorogo terkenal dengan sate, reog dan santri. Kota di bagian timur Jawa ini terkenal dengan penuh citarasa kuliner, kebudayaan dan keislaman. Ketika menemukan kota dengan kompleksitasitas kekayaan seperti ini tentu saja mengharuskan kita untuk menyelidiki siapa tokoh legendaris pendiri dan penggerak rakyat Ponorogo untuk menciptakan dan melestarikan keragaman ini.

Daerah yang sekarang menjadi kota Ponorogo pada tahun 1486 adalah hutan belantara. Oleh Bathara Katong maka hutan tersebut dibabat, didirikan bangunan sehingga penduduk berdatangan, kemudian didirikanlah istana kadipaten. Bathara Katong yang merupakan utusan kerajaan Demak untuk menyebarkan Islam di Ponorogo ini.

Berdasar Handbook of Oriental History, 11 Agustus 1496 (1 dzulhijah 901H) yang saat ini menjadi hari jadi Kabupaten Ponorogo merupakan hari wisuda Bathara Katong menjadi Adipati Kabupaten Ponorogo.

batara katongBGapura Menuju Makam Bathara Katong
Bathara Katong adalah kakak dari Raden Fatah, pendiri Kerajaan Demak. Bernama asli Lembu Kanigoro, Bathara Katong berayah Brawijaya V atau Bre Kertabumi dan beribu Putri Cempa. Walisongo adalah guru dari Bathara Katong. Guna berdakwah Islam, Beliau bersama seorang santri bernama Selo Aji dan diikuti 40 orang santri senior lainnya berhijrah hingga sampai di wilayah Wengker.

Bathara Katong memilih daerah yang sekarang bernama Dusun Plampitan, Keluruhan Setono, Kecamatan Jenangan sebagai tempat bermukim. Oleh Bathara Katong kemudian daerah ini diberi nama Prana Raga. Kata Prana Raga diambil dari babad legenda “Pramana Raga”. Sehingga kemudian terkenal dengan nama Ponorogo. Menurut cerita rakyat, Pono berarti wasis, pinter dan mumpuni, Raga berarti jasmani.

Tempat Favorit Pejabat
batara katungCSore itu, saat mengunjungi makam Bathara Katong yang berada di Desa Setono, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, terlihat dua orang yang sedang melakukan ziarah. Usai melakukan ritual menaburkan bunga dan membaca doa selama beberapa saat, suami-istri asal Madiun. itu mengaku melakukan ziarah de­ngan tujuan agar anaknya segera bisa mendapatkan pekerjaan.

Status sebagai anak seorang raja besar membuat Bathara Katong memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Ponorogo. Karena itu pada hari-hari tertentu, makam ini akan dipenuhi oleh para peziarah. Bahkan tak ha­nya peziarah dari Ponorogo saja yang datang. Banyak juga di antara mereka yang datang dari luar kota.

Namun demikian, tujuan mereka tentu tak jauh beda, yaitu berharap berkah dari Bathara Katong. Mukim juru kunci makam, menjelaskan bahwa selain dikunjungi masyarakat biasa, makam yang dijaga oleh beberapa juru kunci ini termasuk tempat favorit bagi para pejabat. Terutama yang berasal dari wilayah Ponorogo dan sekitarnya. Dan tingkat kunjungan itu semakin tinggi bila menjelang acara pilkada.

batara katong

“Sebelum menjalankan tugasnya sebagai pejabat di Ponorogo, minta restu pada Kanjeng Bathara Katong sudah menjadi kewajiban bagi para pejabat di sini. Karena bagaimanapun juga, beliau adalah orang yang mbahurekso wilayah ini. Beliaulah bupati pertama Kota Ponorogo,” jelas Mukim. – jalansolo


Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger