Museum Sangiran Kluster Dayu Karanganyar

Museum-Sangran-Dayu-Foto-5

JO, Sragen – Museum Sangiran memiliki beberapa kluster diantaranya ; Museum Sangiran Kluster Ngebung yang terletak di Desa Ngebung kecamatan Kalijambe, Museum Sangiran Kluster Manyarejo yang terletak di Desa Manyarejo Kecamatan Kalijambe, Museum Sangiran Kluster Bukuran yang terletak di Desa Bukuran Kecamatan Kalijambe, dan Museum Sangiran Utama. Terdapat Kluster baru lagi yang terletak di Desa Dayu, Karanganyar yaitu Museum Sangiran Kluster Dayu. Hari ini Jalansolo.com mengunjungi museum ini dan memiliki informasi bermanfaat bagi pembaca mengenai Museum ini.

Museum-Sangran-Dayu-Foto-1

Museum Sangiran Kluster Dayu berada di Desa Dayu Kecamatan Gondangrejo. Jalansolo.com menghabiskan waktu 50 menit perjalanan menggunakan Kendaraan untuk sampai ke Museum dari Solo. Akses yang mudah ditempuh yaitu dengan mengikuti alur Jalan Solo-Purwodadi dan dari Perempatan Pasar Kaliyoso Belok Kanan,

Mudah ditemukan langsung karena di pinggir jalan saja sudah dipasang baliho besar sebagai penunjuk para wisatawan. Melewati perkampungan dan sawah selama 15 menit dan berjarak 3 Km dari jalan raya. Setelah sampai di museum pengunjung membayar HTM seharga Rp.5000,-/orang dan parkir Rp.2000,-/kendaraan.

Museum-Sangran-Dayu-Foto-2

Didalam area Museum Sangiran Kluster Dayu terdiri dari beberapa bangunan mulai dari ruang diorama, museum dan audio visual. Komplek museum memiliki kontur tanah yang berbeda tingkat ketinggiannya. Tiap anjungan mempunyai ketinggian berbeda dan ini disusun berdasarkan tahun terbentuknya tanah.

Pertama Anjungan Notopuro, merupakan anjungan yang berada diatas lapisan tanah yang terbentuk 250.000 tahun lalu didalamnya terdapat fosil banteng purba. Kemudian Kami turun ke bawah dan menemukan anjungan Kabuh, anjungan ini bardiri diatas tanah yang terbentuk 730.000 tahun lalu, didalamnya terdapat fosil kura-kura dan gajah purba. Ke bawah lagi, terdapat anjungan Grenzbank yang berdiri diatas lapisan tanah yang terbentuk 900.000 tahun silam.

Museum-Sangran-Dayu-Foto-4

Turun kebawah lagi pengunjung dihadapkan pada beberapa pendopo yang dapat dijadikan tempat istirahat bagi para wisatawan, dengan fasilitas lengkap mushola dan toilet. Karena tim datang tepat saat Sholat Dhuhur tiba, maka meluangkan waktu untuk istirahat dan Ibadah di pendopo-pendopo terbuka dan menikmati angin yang berhembus. Didepan pendopo terdapat beberapa taman permainan anak-anak menambah sensasi wisata edukasi bagi keluarga.

Pada lapisan paling bawah komplek museum dibangun ruang diorama yang mendeskripsikan kehidupan manusia purba jaman dahulu lengkap dengan hewan-hewan yang hidup pada masa itu. Disajikan dengan tiga dimensi dan audio yang modern, Pengunjung museum serasa dibawa kembali ke jaman peradaban manusia purba.

Museum-Sangran-Dayu-Foto-3

Dan ruang terakhir adalah museum yang menyajikan berbagai koleksi penemuan di situs Sangiran Kluster Dayu. Mulai dari fosil gajah purba, benteng purba, dan tengkorak manusia purba. Pada museum ini dilengkapi pula dengan informasi tentang sejarah penemuan fosil sejak jaman Belanda hingga sekarang. – jalansolo


Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger