Rektor Unisri: “Halal Bi Halal Wujudkan Masyarakat Fitri“

JO, Solo – Bertempat di Auditorium Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, civitas akademika Unisri, Senin (11/7/2016) menggelar Halal bi Halal, diikuti sekitar 300 peserta terdiri dari pimpinan rektorat, yayasan, dosen, karyawan dan perwakilan mahasiswa.

Ketua panitia, Suntoro, S.Psi, menjelaskan halal bi halal merupakan agenda tahunan yang wajib diikuti seluruh civitas akademika, untuk memupuk jalinan silaturohmi dan kebersamaan, serta saling memaafkan.

Rektor Unisri, Prof. Dr. Ir. Kapti Rahayu Kuswanto, dalam sambutannya memaparkan halal bi halal mengandung dimensi vertikal dan horizontal. Vertikal menyangkut hubungan dengan sang pencipta Allah SWT, sedangkan horizontal bersilaturhomi dengan sesama manusia untuk saling memberi dan meminta maaf.

3. halal bi halal

“Setelah dosa vertikal terampuni melalui ibadah puasa, maka dosa horizontal pun harus kita hapus dengan saling memberi dan menerima maaf, melalui halal bi halal. Pasca puasa dan lebaran kita benar-benar kembali dalam keadaan fitri, suci kembali“ ungkapnya.

Lebih lanjut, Kapti Rahayu, berharap agar dengan Idul Fitri dan halal bi halal akan tercipta masyarakat fitri, yaitu masyarakat yang aman, damai dan sentosa dalam keanekaragaman yang tua dan yang muda, tidak ada yang dibedakan, dan tidak ada yang di anak tirikan.

Implementasi masyarakat fitri di Unisri bila segenap civitas akademika merasa aman, damai dalam eksistensinya, karena sadar akan posisi dan fungsinya masing-masing. Di mana satu sama lain saling melengkapi dan saling menyempurnakan.

TaUziah halal bi halal disampaikan Ustdz, Drs. H. Imam Suhadi, M.Si, dosen Staimus. Dalam tauziahnya menyebutkan halal bi halal bukan acara keagamaan. Halal bi halal adalah acara kemanusiaan. Adat istiadat orang Jawa yang kini menasional, pantas dilestarikan, karena sejalan dengan nilai-nilai budaya, serta nilai-nilai spiritual.

1. halal bi halal

“Manusia terbaik bukan yang tidak punya kesalahan, namun yang mau minta maaf disaat berbuat kesalahan “ paparnya.

Lebih lanjut, Imam Suhadi, mengajak civitas akademika Unisri menjadikan halal bi halal, sebagai momentum meningkatkan kebersamaan dan kekompakan dalam menjalankan tugas masing-masing.

“Jadilah seperti kedua belah tangan, jangan seperti kedua belah telinga. Kedua belah tangan sangat kompak dan saling mengisi, sebaliknya kedua telinga sangat egois, dan saling iri “ ujarnya mengutip sebuah hadist untuk menutup tauziahnya. – arn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme
wordpress