Roro Mendut Kisah Cinta Sejati di Bawa Mati

JO, Solo – Ketoprak Seniman Muda Surakarta (KSMS) ikut ambil bagian dalam festival ketoprak yang diselenggaraka Pemkot Solo di halaman pasar Ngarsopuro. Koordinator KSMS, Tatak Prihantoro, menjelaskan KSMS tampil hari pertama urutan pertama Jumat (15/7), pukul 20.00 Wib

Mengangkat lakon Roro Mendut. Pentas akan didukung 40 seniman seniwati, termasuk pengrawit dan kru pendukung. Penyutradaraan diserahkan kepada Dwi Mustanto. Selaku sutradara Dwi Mustanto mengakui pentas ini sangat menantang karena bertempat di luar ruang,

“Biasanya kami pentas di dalam gedung kesenian taman Balekambang, dengan durasi 3 jam, besok hanya diberi waktu satu jam, ini tidak mudah, biasanya pentas andalkan improvisasi, pentas besok semi naskah ” paparnya.

Lebih lanjut, Dwi Mustanto, menjelaskan lakon Roro Mendut digarap menggunakan tafsir yang berbeda dengan kisah klasik yang sudah melegenda di tengah masyarakat.

Sinopsis lakon, Roro Mendut. Mendut putri boyongan dari kadipaten Pati dibawa ke Mataram setelah Pati ditundukkan tumenggung Wiraguna.Oleh Wiraguna Mendut akan dijadikan selir tetapi tidak bersedia. Wiraguna marah atas penolakan Mendut. Mendut diharuskan membayar pajak. Terpaksa Mendut berjualan rokok dipasar agar dapat membayar pajak. Di pasar Mendut bertemu sang pujaan hati Pranacitra. Mereka menjalin cinta dan lari dari belenggu Wiraguna. Akhirnya mati bersama saat tertangkap Wiraguna.  – arn

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme wordpress