PNM-TASPEN Gelar Program “Aku Berani Menjadi Pengusaha”

PARMAN NATAATMADJA & MEIDYAH INDRESWARI

JO, Jakarta – Berhentinya suatu aktifitas rutin yang sudah dijalankan selama puluhan tahun, kemudian berubah dengan menjalani hari-hari yang bebas tanpa adanya aturan menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi sebagian orang menjelang masa pensiun. Tidak banyak karyawan mengetahui bagaimana cara untuk mempersiapkan masa pensiun baik dari segi mental maupun financial.

Menjawab kekhawatiran akan hal tersebut, 2 (Dua) Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia PT Permodalan Nasional Madani (Persero) bersama dengan PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) menyelenggarakan program pembekalan bertajuk “Aku Berani Menjadi Pengusaha” yang ditujukan bagi karyawan maupun karyawati di lingkungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di kantor pusat BPKP ini, PNM bertugas selaku pelaksana program sekaligus penyedia dana melalui pembiayaan/ kredit karyawan untuk pembelian usaha waralaba (Franchise). Sedangkan PT Taspen menyediakan dana program yang akan dimanfaatkan oleh karyawan karyawati BPKP yang akan memasuki masa pensiun.

Direktur Bisnis Mikro II PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Carolina Dina Rusdiana menyambut antusias atas terselenggaranya program pembekalan bertemakan “Aku Berani Menjadi Pengusaha” kepada karyawan karyawati BPKP yang tengah mempersiapkan masa pensiunnya. Menurutnya, kegiatan yang digagas berkat kerjasama dengan PT Taspen ini sangat positif untuk mempersiapkan calon pengusaha terampil di bidangnya.

“Kami sangat mengapresiasi program pembekalan masa pensiun yang terselenggara berkat kerjasama PNM, Taspen, & BPKP karena dengan adanya kegiatan ini karyawan yang tengah mempersiapkan masa pensiunnya kini tidak perlu khawatir menjadi tidak produktif. Karena PNM siap memberikan pelatihan, motivasi, juga pembiayaan kepada mereka yang hendak pension,” Ujar Carolina Dina di sela-sela acara.

IMG_8829

Sementara itu Sekretaris Utama BPKP Meidyah Indreswari, menyambut positif sinergi antara PNM, Taspen, dan BPKP. Menurutnya, hal ini merupakan langkah tepat yang dilakukan untuk meningkatkan sekaligus memajukan perekonomian negara.

“melihat sinergi pada hari ini amatlah luar biasa, hal ini bisa menjadi solusi utama pemerintah dalam meningkatkan dan memajukan perekonomian negara dengan cara memberdayakan para pensiunan untuk berwirausaha.” pungkasnya.

Selain memberikan jasa pembiayaan, PNM juga memberikan program pendampingan usaha dan juga pengembangan kapasitas usaha. Pendampingan usaha yang dilakukan PNM kepada mitra binaannya meliputi bimbingan produksi, pelatihan pola keuangan, hingga jasa pemasaran. Seiring dengan berjalannya waktu, PNM kian memposisikan sebagai lembaga keuangan non bank yang memberikan pelayanan 1 atap (one stop service) bagi UMKM dan Kewirausahaan

Sekedar informasi tambahan, sejak awal berdiri pada tahun 1999 PT Permodalan Nasional Madani (Persero) hingga kini telah memiliki 73 kantor cabang, 674 Outlet Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dan 178 kantor Mekaar . Pembiayaan PNM mencakup 3.983 kecamatan dan 318 kabupaten di seluruh Indonesia. – ger


Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger