Pokemon Go, Ngengleng dan Apatis Sosial

JO – Akhirnya, game kontroversial pokemon go resmi dirilis di Indonesia dan bisa di-download lewat apliaksi playstore. Permainan berbasis virtual yang belakangan ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, dimungkinkan malah menjadi keuntungan tersendiri bagi perusahaan pembuatnya Niantic Inc, karena rasa penasaran terhadap game ini makin membuat banyak orang yang ingin memainkannya.

Di kota Surakarta sendiri kita dapat menemui para pemain game ini berkumpul antara lain di sepanjang jalan utama Slamet Riyadi, Taman Meriam Sriwedari dan Taman Balaikambang, karena banyaknya pokestop dan Gym didaerah itu. Istilah pokestop sendiri adalah tempat dimana para pemain game ini mendapatkan pokeballs yaitu bola sebagai alat untuk menangkap pokemon, telur dan item-item yang lain, sedangkan gym adalah tempat untuk melatih monster yang kita tangkap dan untuk diadu dengan monster dari pemain lain. Pokestop dan gym ini menjadi masalah di Indonesia karena sering berada di tempat-tempat ibadah dan tempat vital baik itu instansi pemerintah maupun instansi militer, ada anggapan bahwa itu termasuk dalam agenda intelijen asing untuk mengetahui dan mempelajari keadaan tempat-tempat penting di suatu wilayah.

Walaupun belum bisa dibuktikan kebenarannya. Bahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chrisnandi menerbitkan surat edaran yang isinya larangan bermain game virtual berbasis GPS di lingkungan instansi pemerintah. “Sebagai bentuk kewaspadaan nasional dan mengantsipasi timbulnya potensi kerawanan di bidang keamanan dan kerahasiaan instalasi pemerintah, serta menjaga produktivitas dan disiplin aparatur sipil negara, bersama ini kami sampaikan kepada para Pimpinan di satuan kerja masing-masing untuk melarang aparatur sipil negara bermain game virtual berbasis Global Positioning System (GPS) di lingkungan instansi pemerintah,” demikian tertulis pada surat edaran tersebut.

Ngengleng , Unggah Ungguh dan Empan Papan
Kita pergaulan sehari-hari sering mendengar kata ngengleng. Ngengleng dalam bahasa Jawa yang berarti gila atau kenthir (bahasa Jawa). Pokemon Go sebagai permainan yang berbasis virtual dan mengandalkan GPS (Global Positioning System), mengajak pemainnya untuk berkeliling dari satu tempat ke tempat lain untuk mendapatkan berbagai jenis monster pokemon, akan tetapi kadang para pemain melupakan keselamatan dirinya sendiri karena jika memainkan permainan ini dengan menggunakan sepeda motor atau mobil, dengan mata yang terfokus pada layar gadget, menyebabkan berkurangnya konsentrasi pemain terhadap lingkungan sekitar dan keadaan jalan yang bisa menyebabkan kecelakaan, belum lagi dengan menenteng gadget dapat memberi kesempatan kepada para pelaku kejahatan untuk melakukan tindak kejahatan seperti penodongan dan perampokan.

Fenomena perilaku pemain game pokemon go yang seperti ini kiranya sudah menjurus pada keadaan “ngengleng” dimana pemain game tersebut sudah hilang kesadaran terhadap keselamatan dirinya sendiri karena perilaku “ngengleng” saat mencari pokemon di jalanan. Selain itu, akan lebih baik jika para pemain pokemon go di kota solo khususnya, tidak melupakan bahwa kota Solo ini sebagai pusat kebudayaan Jawa dimana unggah ungguh atau sopan santun menjadi identitas masyarakatnya. Unggah ungguh saat memainkan permainan ini di sekitar tempat ibadah atau berada di lingkungan diluar tempat tinggal kita hendaknya disertai empan papan salah satu pepatah jawa yang artinya bahwa ketika bersikap berbicara supaya memperhatikan tempat, situasi (papan) dimana seorang berada, memperhatikan isi (empan) dan memperhatikan siapa yang dihadapi (adepan) apalagi terhadap orang yang lebih tua.

Kulanuwun atau minta ijin dulu walaupun tidak masuk kedalam tempat ibadah dan tempat-tempat yang ada monster pokemon-nya akan lebih baik bagi para pemain game ini daripada menimbulkan kecurigaan bagi masyarakat di tempat yang disinggahi.

Apatis Sosial
Kemunculan game ini diikuti dengan munculnya komunitas para pemain game pokemon go di berbagai daerah, penulis bahkan menemukan lebih dari 5 komunitas grup Facebook pokemon di Solo dan beberapa grup lainnya di kabupaten sekitar solo, keadaan ini membuktikan bahwa eksistensi dan keberadaan mereka (pemain game ini) ada dan nyata di masyarakat, maka dari itu perlu ada perhatian dari pemangku kebijakan dan masyarakat untuk memperhatikan hal tersebut sehingga bisa menghindarkan dari masalah-masalah sosial yang timbul karena keberadaan mereka.

Penulis berharap agar jangan sampai game pokemon go ini menjadikan para pemainnya memiliki sifat apatis atau cuek terhadap lingkungan sosial dan budayanya. Dengan terlalu sibuk memainkan permainan ini, dan tidak menghiraukan atau memperhatikan hal yang lain baik itu norma maupun peraturan hukum disuatu wilayah, jika dilakukan terus menerus akan menyebabkan delinkuensi atau yang menurut Soerjono Soekanto adalah sebutan bagi anak-anak muda yang tergabung dalam suatu ikatan /organisasi formal atau semi formal dan mempunyai tingkah laku yang kurang/tidak disukai oleh masyarakat pada umumnya.

Masyarakatpun sebenarnya tidak perlu terlalu takut, anti dan menolak dengan permainan ini, yang perlu diperhatikan adalah perilaku negatif melalui etika bermain para pemain pokemon go yang belum bisa diterima di masyarakat luas seperti yang sudah dicontohkan diatas. Di dalam QS. Al-Baqarah: 216 tertulis bahwa “Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”

Akhirnya penulis beropini terlepas dari pro dan kontra terhadap game pokemon go ini, marilah kita semua belajar untuk tidak berperilaku secara berlebihan. Lebih baik dicari manfaatnya dulu, dicari kebaikannya dulu, lebih bijak dalam bermain game pokemon go atau game-game lainnya, dan mencoba untuk menjadikan salah satu hasil teknologi ini menjadi wadah untuk bersilaturahmi dan alat pemersatu anak Bangsa.

Ditulis oleh Wisnu Pradanta
Cp: 087836690969



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme
wordpress