UMKM Bisa Manfaatkan Tax Amnesty

JO, Solo – Kebijakan pengampunan pajak tidak hanya bagi pengusaha besar yang memarkir hartanya di luar negeri atau menyimpan di negeri sendiri. Pelalu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga tidak luput dari bidikan kebijakan tax amnesty yang mulai digulirkan pertengahan Juli silam.

Menurut Kepala P2 Humas Kanwil DJP Jateng 2 Nur Handoko, potensi di sektor informal termasuk di dalamnya UMKM cukup besar. Ia mengatakan, sekitar 60 persen produk domestik regional bruto (PDRB) Indonesia dari sektor informal, yang didalamnya terdapat UMKM.

Sayang, penerimaan pajak dari sektor informal hanya sekitar 1 persen. Ini menunjukan bahwa potensi pajak sektor informal masih sangat besar. “Tidak terkecuali di Solo, dimama banyak sekali sektor UMKM, seperti kerajinan, kuliner, dan lainnya,” kata dia usai menjadi pembicara dalam sosialisasi tax amnesty di Pose In Hotel, Kamis (11/8).

Lebih lanjut Nur mengatakan, bagi pelaku usaha di sektor informal atau UMKM yang mengungkap hartanya dan mencatatkan ke kantor pajak, tebusannya ringan. Yakni hanya setengah persen (0,05%) dari objek pajak jika harta yang diungkap kurang dari Rp 4,8 miliar dan dua (2) persen flat jika lebih dari Rp 4,8 miliar.

Wakil ketua Kadin Surakarta Farid Soenarto mendorong para pelaku usaha untuk mengungkap hartanya, baik yang diparkir di luar negeri (repatriasi) atau disimpan di dalam negeri (deklarasi).

“Tax amnesti ini sangat bermanfaat, selain meningkatkan pendapatan negara juga akan menggerakan sektor riili,” kata Farid. – wid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger