Bank Jateng Tangani Voucher Pengganti Raskin

JO, Solo -Bank Jateng ditunjuk pemerintah menangani voucher pangan untuk menggantikan raskin (beras bagi masyarakat miskin) yang selama ini kadang menimbulkan masalah lantaran berkutu dan berbau serta kondisinya tidak sesuai harga.

Tiga kelurahan/desa di Solo dengan 900 kepala keluarga yang dikategorikan miskin menjadi pilot project untuk program itu. “Kalau berhasil akan diaplikasikan untuk program nasional,” kata Direktur Operasional dan Syariah Bank Jateng Hanawijaya di Solo, Selasa (10/8).

Menurut dia, bank pembangunan daerah itu sudah menerima data KK calon penerima voucher. Saat ini Bank Jateng menyiapkan piranti yang cocok untuk aplikasi sistembpenerimaan. Pihaknya akan memilih salah satu dari tiga altetnatif piranti yang sudah ada, sesuai kebutuhan, kemudahan, dan kepraktisannya.

Apakah akan menggunakan alat pemindai biometrik dengan memanfaatkan jempol atau jari penerima, apakah menggunakan FNC atau Near-Field Communication yang terpasang di masing-masing telephone seluler atau android, atau menggunakan kartu yang bisa digunakan atau ditukarkan ke masing-masing agen yang ditunjuk.

“Sebagai pengganti raskin, tiap KK nantinya akan mendapatkan voucher yang bisa ditukarkan dengan susu, beras, dan telur senilai Rp 110.000 per bulan ditambah uang cash Rp 110.000. Dan agen yang ditunjuk harus bisa mengkaver kedua kebutuhan itu,” katanya.

Di luar piranti yang akan digunakan itu, lanjut Hana, bank milik Pemprov Jateng itu juga mempersiapkan account tabungan dasar bagi penerima bantuan. Dalam acount itu, rekening penerima bantuan dan rekening nasabah reguler atau masyarakat umum tidak dibedakan.

Hanya saja, dalam strategi penggunaan informasi teknologi, servernya dibikin khusus dan terpisah. Sebab, jumlah penerima voucher relatif banyak, di Jawa Tengah sekitat 3,5 juta KK. Tapi, saldo mereka relatif kecil, mungkin hanya puluhan ribu rupiah isinya. Biar tidak njlimet, makanya dipisahkan servernya.

Selain penyaluran voucher pangan, kata dia, Bank Jateng juga bekerja sama dengan Pemkot Surakarta dalam mengaplikasikan e-retribusi atau retribusi elektronik bagi para pelaku UMKM dan para pedagang di pasar-pasar tradisional serta pengelolaan parkir elektronik atau e-parking di tepi jalan atau di gedung-gedung. “Saat ini kita tengah mengerjakan digitalisasi pajak. Ini penting, setidaknya untuk mendongkrak pendapatan dari sektor pajak dan retribusi,” kata dia.

Direktur utama Bank Jateng Supriyatno menyambut baik penunjukan pemerintah dalam mengeksekusi uji coba perubahan penyaluran raskin menjadi voucher pangan. Apalagi dari 27 Bank Pembangunan Daerah di seluruh Indonesia, Bank Jateng adalah satu-satunya. “Ini bisa menjadi modal kita untuk bersaing dengan bank-bank nasional,” katanya. – wid

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme wordpress