Pengawasan Internal Lemah, Bank Rugikan Nasabah

Pelatihan audit internal bagi pegawai BPR yang digelar DPKom Perbarindo Soloraya di Tawangmangu, Karanganyar, 10-11 Agustus.

JO, Solo – Maraknya kasus fraud atau kesalahan di perbankan yang merugikan para nasabah, khususnya bank perkreditan rakyat (BPR), lebih banyak disebabkan oleh lemahnya pengawasan internal.

“Untuk menghindari, seorang pejabat eksekutif audit internal harus mampu melakukan analisis tajam dan berani memberi masukan kepada direksi,” kata Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo Bambang Triyono ketika membuka pelatihan Audit Internal.

Guna mendorong peningkatan keterampilan dan penguasaan tugas serta fungsi dan tanggung jawab pejabat eksekutif audit Internal di BPR, Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Dewan Pengurus Komisariat (DPKom) Soloraya menggelar pelatihan audit internal. Selain dibuka pejabat OJK, pihak panitia juga menghadirkan mantan pejabat Bank Indonesia (BI) Bambang Murdadi, dalam pelatihan yang digelar selama dua hari, 10-11 Agustus, itu.

Bambang berpesan, para peserta harus berupaya bagaimana memperluas wawasan dan peningkatan kompetensi melalui pelatihan audit internal ini. “Setelah pelatihan diharapakan para BPR dapat introspeksi dan membenahi pengendalian internalnya dengan mengoptimalkan manajemen risiko,” katanya.

Ketua Dewan Pengurus Komisariat (DPKom) Soloraya Azis Soleh mengatakan, BPR saat ini tengah menghadapi situasi yang penuh tantangan. Kondisi ekonomi yang belum membaik dan semakin ketatnya persaingan di bisnis perbankan menuntut BPR untuk terus memperbaiki dan memperkuat sistem manajemen. Antara lain melalui pelatihan-pelatihan sumber daya manusia (SDM).

Ia mengatakan, lewat beberapa peraturan yang telah diterbitkan, OJK telah meminta BPR untuk memperkuat GCG atau good Coporate governance. Salah satunya dengan memperkuat satuan pengawas internal atau SPI di masing-masing BPR.

“Saya berterima kasih kepada seluruh peserta atas partisipasi dan kesediaan waktunya mengikuti pelatihan selama dua hari,” kata direktur utama BPR Bekonang Sukoharjo itu.

Salah seorang panitia, Heru Suprihati sekaligus ketua PAC Perbarindo Karanganyar menambahkan, pelatihan serupa dengan materi berbeda dan beragam akan terus dihelat. Menurut dia, kebutuhan BPR akan pendidikan untuk para auditor internal cukup tinggi.

“Terutama untuk memenuhi peranan satuan kerja audit intern atau SKAI yang efektif dan efisien,” jelasnya. – wid


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger