Pengembang Kesulitan Jual Properti

Peserta pameran REI Expo  di Solo Paragon mal

JO, Solo -Dalam situasi seperti sekarang ini sulit menjual rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR. Sebab laju pendapatan buruh tak sebanding dengan peningkatan harga rumah.

“Para pengembang juga enggan membangun rumah sederhana, sebab keuntungannya minim selain kesulitan mendapatkan lahan,” kata Ketua Real Estate Indonesia (REI) Soloraya Anthony Abadi Hendro Prasetyo di sela pembukaan pameran perumahan di Solo Paragon Mall, Jumat (12/8).

Sebanyak sebelas pengembang mengikuti pameran selama sembilan hari yang digelar hingga 21 Agustus, semuanya menawarkan rumah komersial. “Pameran di sini menawarkan rumah bersubsidi tidak laki, karena karakteristik mal untuk menengah ke atas,” kata dia.

Kepala BRI Cabang Sudirman Solo, Andy Sulistyo mengatakan, dari dana KPR yang masuk di semester pertama 2016, seluruhnya dari rumah komersial. Namun sebenarnya BRI juga melayani KPR rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, hanya saja tidak ada yang mengajukan meski syaratnya tidak terlalu sulit.

Dikatakan, dana sekitar Rp 180 miliar telah masuk ke BRI Cabang Sudirman Solo dari transaksi kredit pemilikan rumah (KPR) untuk semester pertama tahun ini. Dana itu cukup besar mengingat target pendapatan KPR hingga akhir 2016 di Solo sebanyak Rp 259 miliar, setelah direvisi.

Pihaknya memprediksi, hingga akhir tahun target pendapatan Rp 259 miliar itu terlampaui. Menurut dia, ada pertumbuhan ekonomi yang dirasakan bisa menggerakan sektor riil.

“Mulai 1 Agustus hingga 30 September ada program promo paket merdeka dari BRI yang menawarkan bunga 9,49 persen selama lima tahun,” pungkasnya.- wid

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme wordpress