Aqiqah Nurul Hayat Menuju Dapur Standar Mutu ISO 22000

Juru Masak Aqiqah Nurul Hayat

Bersamaan Perayaan Hari Kemerdekaan Ri ke 71 Tahun

JO, Solo — Yayasan Nurul Hayat merupakan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) yang mandiri dan mempunyai unit usaha pelopor Aqiqah Siap Saji terbesar di Indonesia. Dimana, unit usaha aqiqah siap saji ini sudah dikenal di banyak kalangan masyarakat dan telah hadir di 60 kota diantaranya ada di Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Solo, Gresik, Sidoarjo, Bojonegoro, Kediri, Banyuwangi, Jember, Tuban, Malang, Bandung, Tangerang, Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang Selatan, Medan, Balikpapan, Makasar dll.

Manager Aqiqah Pusat Nurul Hayat, Lia Adi Nugroho menyampaikan, seiring perkembangan dan pertumbuhan bisnis usaha aqiqah Nurul Hayat yang semakin naik dari tahun ke tahun, maka pelayanan dan kualitas kontrol proses produksi masakan mulai dari dapur akan ditingkatkan lebih baik lagi.

“Dalam waktu yang tidak terlalu lama kami menuju standar pengelolaan makanan internasional yaitu ISO 22000,” katanya.

Branch Manager Nurul Hayat Solo, Luhur Budi Satriawan menambahkan bahwa standar mutu ISO 22000 merupakan sebuah standar yang dikembangkan oleh International Organization for Standardization yang berhubungan dengan keamanan pangan.

Keamanan pangan berkaitan dengan adanya bahaya yang dibawa oleh makanan pada saat konsumsi. Oleh karena itu, resiko keamanan pangan dapat timbul pada tingkatan apapun di-industri pangan, pengendalian yang sesuai sangatlah penting untuk diterapkan.

Selain itu, upaya ini juga dalam rangka melengkapi prestasi yang telah diraih oleh Aqiqah Nurul Hayat yaitu sertifikasi halal MUI (baik untuk proses penyembelihan dan Pengolahan) dan Sertifikasi sehat dari Dinas Kesehatan. – ria


Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger