Masuk Timses Ahok, Gerindra Minta Nusron Patuhi Aturan

nusron

Nusron Wahid
JO, Jakarta – Petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan para tim suksesnya diminta untuk menaati aturan bila ingin mengikuti kompetisi Pilgub DKI 2017.

Hal itu disampaikan Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Mohamad Taufik saat ditanya tentang keterlibatan Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, Komisaris PT Danareksa Kartika Rini Djoemadi, dan Komisaris PT Jakarta International Container Terminal (JICT) Taufan Hunneman dalam struktur tim sukses Ahok yang beredar di kalangan wartawan.

Masuknya mereka sebagai Timses Ahok jelas melanggar PP 18/2013 Jo. PP 29/2014 tentang Perubahan Atas PP 18/2013, serta Surat Edaran Nomor: SE- 07 /MBU/1 0/20 15 tentang ketentuan pencalonan pejabat dan karyawan BUMN sebagai calon kepala daerah.

“Taati aturan dong kalau mau ikut kompetisi (Pilkada). Jangan nekat dengan sengaja menabrak aturan,” kata Taufik, Jakarta, Kamis (25/8/2016).

Taufik juga mengingatkan Ahok dan timsesnya tidak berbuat sewenang-wenang dalam mengikuti Pilkada. Karena hal itu akan berdampak buruk bagi masyarakat.

“Publik tentu akan menilai buruk apabila ada pejabat publik atau komisaris BUMN tetap bertahan di timses Ahok,” katanya.

Pejabat publik dan komisaris yang menjadi pendukung Ahok, berdasarkan pemberitaan yang beredar, yakni Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, Komisaris PT Danareksa Kartika Rini Djoemadi, dan Komisaris PT Jakarta International Container Terminal (JICT) Taufan Hunneman.

Nusron didaulat menjadi ketua tim pemenangan Ahok. Kartika Djoemadi sebagai komandan Jokowi Ahok Social Media Volunteer (Jasmev) sudah dengan tegas menyatakan mendukung Ahok.

Sementara Taufan Hunneman mengakui dirinya mendukung duet Ahok-Djarot untuk dilanjutkan dengan alasan berkinerja baik. – teropongsenayan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger