KKN Unisri Bina Desa Wisata Wayang di Wonogiri

WR I Unisri sedang mencoba menatah wayang, didampingi Ketua Pelaksana KKN PPM DIKTI, Dr. Siti Supeni, dan salah satu pengrajin wayang Kepuhsari

JO, Wonogiri – Desa Kepuhsari, kecamatan Manyaran, kabupaten Wonogiri sebagian besar warganya memiliki ketrampilan membuat wayang kulit. Mulai dari anak-anak sampai orang tua, sangat mahir menatah dan menyungging selembar kulit domba atau kerbau menjadi tokoh-tokoh wayang dalam kisah Mahabarata dan Ramayana.

Namun sayang desa yang sangat luar biasa memiliki potensi seni budaya adiluhung ini belum mendapatkan sentuhan optimal dari pemerintah. Kondisi yang demikian menggerakkan dosen prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Dr. Siti Supeni, untuk melakukan pengabdian masyarakat. Menggarap potensi desa Kepuhsari menjadi desa wisata, dengan mengajukan program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) DIKTI dengan judul Optimalisasi Desa Wisata Kampung Wayang.

Program tersebut lolos dari DIKTI. Pada akhir bulan Juli sampai akhir Agustus 2016, selama 40 hari, Siti Supeni, selaku Ketua Pelaksana KKN PPM DIKTI, bersama 30 mahasiswa Unisri melakukan KKN di desa Kepuhsari. Laporan kegiatan pembinaan dan pengabdian di desa Kepuhsari, bahkan sudah diseminarkan dalam senimar internasional yang di selenggarakan di Lombok belum lama ini.

Program dan kegiatan yang dilakukan adalah menyiapkan desa Kepuhsari menjadi desa wisata kampung wayang. Bersama warga masyarakat memperbaiki sarana dan prasarana, diantaranya MCK, penerangan jalan, pembuatan perpustakan, serta pembelajaran bahasa Inggris kepada para pengrajin wayang kulit.

“Warga menyambut sangat antusias program-program yang kami laksanakan. Pembekalan bahasa Inggris dimaksudkan agar saat wisatawan asing hadir di Kepuhsari, para pengrajin bisa melakukan komunikasi dengan baik. Proses pembelajaran tidak formal seperti kursus, namun para mahasiswa membaur secara langung dengan warga untuk mengajari berbahasa Inggris. Sehingga belajar bahasa Inggris menjadi hal yang menyenangkan dan tidak mengganggu aktivitas mereka sehari-hari “ ungkap, Siti Supeni.

Lebih lanjut, Siti Supeni menjelaskan, program unggulan yang kedua adalah budidaya dan pengolahan ubi-ubian, kimpul menjadi aneka ragam makanan seperti getuk, krupuk, donat yang dikemas menarik dan mengundang selera untuk mencicipi.

2 (17)

“Program yang kedua ini, didasarkan banyaknya tanaman kimpul di desa Kepuhsari, namun belum dioptimalkan. Paling kimpul hanya direbus sebelum di makan, sehingga tidak menarik. Dengan dibuat berbagai variasi kuliner, menjadikan kimpul digemari masyarakat “ ungkap Siti Supeni.

Setelah 40 hari, Senin (29/8) KKN PPM DIKTI, secara resmi ditarik Wakil Rektor Bidang Akademik, Drs. Rispantyo, Msi. Penarikan berlangsung meriah penuh kekeluargaan, dibarengkan dengan expo menampilkan aneka ragam olahan kimpul dan berbagai produk berbahan kulit, utamanya wayang kulit dengan berbagai macam ukuran.

Dalam sambutannya, Rispantyo, berharap agar jalinan kerjasama dapat dilanjutkan tidak hanya KKN namun juga bisa dikembangkan untuk kegiatan lainnya, sehingga pengabdian yang dilakukan oleh para mahasiswa dan dosen di Kepuhsari bisa berkelanjutan. Kedepan desa Kepuhsari menjadi salah satu desa binaan Unisri. – arn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger