Koperasi Pandawa Resahkan Masyarakat

suharno

JO, Solo – Keberadaan Koperasi Pandawa telah meresahkan masyarakat, sayang pemerintah lamban dalam merespon kasus ini. Awalnya banyak lembaga keuangan resah, sebab debitur banyak yang tidak mau bayar utang. Alasannya utangnya telah diambil alih dan dilunasi koperasi Pandawa.

Dengan hanya bayar 300 ribu debitur bank dijanjikan bebas utang, ini jelas merupakan modus penipuan yang terang-terangan.

Tidak hanya itu, Mujais, pendiri koperasi Pandawa, secara terang-terangan mendeklarasikan sebagai Presiden Paguyuban Negara Indonesia, dan tidak mengakui Jokowi sebagai Presiden RI.

“Jelas ini tindakan makar, namun pemerintah, khususnya aparat keamanan tidak bertindak,” ujar Drs. Suharno, MM, Akuntan, Pengamat ekonomi dan dosen prodi Akuntansi da MM Unisri.

Saya jadi bertanya-tanya, lanjutnya, mengapa bisa terjadi ? Ada apa sebenarnya di balik koperasi Pandawa sehingga tidak segera ditindak tegas, bahkan terkesan dibiarkan saja ?

Legalkah usaha Koperasi Pandawa ? Bila tidak dan memang menyimpang, seharusnya dinas koperasi atau kementerian koperasi segera membekukan ijin operasinya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo akan membawa ke ranah hukum kasus ini, jelas tidak akan mungkin menindaknya, sebab koperasi pengawasan tidak di bawah OJK .

“Pemerintah hendaknya mengambil tindakan tegas. Biar tidak timbul lagi banyak korban,” pungkas Suharno. – arn

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger