Belajar Berorganisasi OSIS SMPN 8 Solo

img-20160909-wa0004

Hari Rabu tgl. 7 September 2016 di halaman sekolah mengadakan upacara bendera sekaligus pelantikan anggota OSIS yang baru periode 2016/2017, dengan pembina upacara Kepala SMPN 8 Surakarta Nugroho, S.Pd, M.Pd.

JO, Solo – Satu-satunya di kota Solo yang melakukan Upacara Bendera di hari Rabu (7/9), karena biasanya upacara dilakukan pada hari Senin, akan tetapi karena Kepala Sekolah pada hari Senin (5/9)mendapatkan tugas ke Balaikota untuk menerima penghargaan sebagai Kepala Sekolah berprestasi tahun 2016.

Siswa yang terpilih menjadi ketua OSIS ini dilakukan dengan cara aklamasi yaitu penunjukan dari siswa dibimbing oleh wali kelas dan pembina OSIS juga didampingi oleh waka kesiswaan Wahyu Prihatin Sayekti, S.Pd. .

Upacara yang diikuti oleh seluruh warga sekolah ditambah dengan 16 mahasiswa PPL dari FKIP UNS, berjalan dengan baik walaupun harus memindahkan jadwal. termasuk seragam yg dikenakan siswa dan guru juga harus menyesuaikan.

Seragam yang digunakan pada siswa yaitu seragam OSIS lengkap dan guru mengenakan seragam pemkot keki beserta atributnya yang biasanya digunakan pada hari Senin. Semua siswa dan guru mengenai seragam terkondisi dengan baik.

“OSIS itu merupakan satu-satunya organisasi yang resmi yang berada di lingkungan pendidikan dasar, bahwa organisasi ini mengemban amanah yang cukup berat. dimana siswa yang terpilih dalam kepengurusan OSIS itu sekaligus berlatih untuk berorganisasi dengan warga sekolah,” papar Nugroho, S.Pd.M.Pd. dalam amanatnya upacara pelantikan.

Selain itu juga harus membuat program yang akan dilakukan dan menindaklanjuti kegiatan- kegiatan yang sudah diprogramkan dengan baik. lanjut Kepala Sekolah. Dan diingatkan kepada pengurus OSIS yang baru untuk selalu bertanya dengan pengurus lama ataupun bapak ibu guru apabila ada sesuatu masalah yang tidak bisa diselesaikan.

Khususnya pengurus OSIS harus bisa menjadi tauladan bagi siswa yang lain di dalam berperilaku. Termasuk dalam menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah, misalnya gerakan pemungut sampah ( GPS ) yang mana setiap siswa yang menemukan sampah di manapun juga harus segera dipungut dan dimasukkan ke tempat yang sudah disedikan.

Seperti diketahui, di SMP Negeri 8 Surakarta setiap kelasnya terdapat dua tong sampah dengan warna yang berbeda. Yang terdiri dari sampah organik berwarna hijau dan sampah non organik dengan warna kuning. Kemudian disampaikan oleh Kepala Sekolah lagi yaitu semua siswa tidak diperbolehkan membawa bungkusan plastik atau apapun dari luar sekolah. Dan ada satu tempat sampah yang khusus yaitu untuk sampah kering organik.

Dia akhir upacara dan pelantikan OSIS Kepala Sekolah mengucapkan selamat kepada semua pengurus OSIS yang baru dengan berjabat tangan. Setelah selesai upacara dilanjutkan dengan kegiatan belajar mengajar seperti biasanya diakhiri pada jam 13.30. – sri

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger