BRI Tampung Dana Tax Amnesty Rp 1 Triliun

BISNIS/PAULUS TANDI BONE
MARGIB PERBANKAN: Seorang karyawati Bank BRI melayani nasabah di Makassar, Kamis (16/12). Hingga Juli 2010, rata-rata Net Interest Margin  (NIM) perbankan mencapai 5,78%, naik 3,9% dari periode yang sama tahun lalu. Sedangkan NIM perbankan di Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam berada di bawah 4%.

JO, Jakarta – Dana repatriasi dari program pengampunan pajak (tax amnesty) yang telah ditampung PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencapai Rp 1 triliun lebih.

“Dari tax amnesty itu repatriasi sekitar Rp1 triliun sekian. Kecil. Tebusan terakhir sebesar Rp 800 miliar,” kata Direktur Keuangan BRI, Haru Koesmahargyo ditemui di kantor Kementerian BUMN, Selasa (27/9/2016).

Menurut dia, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 141 Tahun 2016 tentang perpanjangan administrasi tax amnesty diyakininya akan membuat masyarakat berlomba-lomba dalam melakukan pendaftaran tax amnesty.

“Revisi PMK itu akan meningkatkan, mereka akan berlomba-lomba setor sekarang, administrasi kan bisa belakangan. Jadi membuat peserta itu bisa segera memutuskan saya ikut hari ini. Jadi lebih memudahkan peserta saya rasa,” kata dia.

Diutarakannya, repatriasi aset yang masuk pada program tax amnesty akan diinvestasikan lebih banyak kepada investasi sektor riil. Karena, peserta lebih tertarik kepada sektor riil dengan return (imbal hasil) yang lebih besar. Dana repatriasi, kata dia, bisa masuk ke modal perusahaan, investasi saham, investasi properti, atau investasi proyek-proyek lainnya di sektor riil.

“Saya mendengar sepintas beberapa peserta tax amnesty itu, mereka menempatkan porsinya lebih besar ke non bank, jadi mungkin hanya sebagian kecil, kurang dari sepertiga kira-kira itu ke (modal) perbankan,” kata dia.

Lebih lanjut, kata dia, produk investasi yang ditawarkan perbankan tidak lah banyak. Seperti deposito, yang jauh kalah bersaing dengan investasi di sektor riil.

“Paling deposito kalau di perbankan, jumlahnya juga enggak banyak. Lebih menarik yang sektor riil. Yang return nya bisa di atas deposito bahkan di atas SUN (Surat Utang Negara). Tetapi perbankan tetap menerima insentif dari itu, tapi lebih besar porsi yang non perbankan,” kata dia.- teropongsenayan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger