BTN Tarik eRetribusi Pasar 

btn-e-retribusi

JatengOnline – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ternyata tidak hanya berkonsentrasi pada penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) seperti yang dilakukan selama ini, tapi mulai membidik para pedagang pasar untuk memberi pelayanan masyarakat.

Pilot project dalam penarikan retribusi secara elektronik atau eRetribusi di Pasar Gede dan Pasar Gilingan Solo, yang dimulai Sabtu (1/10/2016), diharapkan bisa menjadi pijakan untuk diperluas ke sejumlah pasar tradisional di berbagai wilayah di Indonesia. Dalam waktu dekat, bank plat merah itu akan memberlakukan eRetribusi di Pasar Klewer yang jumlah pedagangnya cukup banyak.

“Kami terus melakukan inovasi dalam rangka meningkatkan layanan kepada masyarakat,” kata kepala cabang BTN Solo Iriska Dewayani.

Sebelumnya, Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, para pedagang pasar kini memang menjadi sasaran perbaikan layanan BTN, khususnya untuk pembayaran retribusi. BTN menerbitkan eRetribusi bagi para pedagang pasar untuk mempermudah transaksi pembayaran retribusi.

“Ini merupakan pilot project dari rencana kita. Secara nasional BTN akan memberi layanan eRetribusi bagi para pedagang pasar di berbagai wilayah yang bersinergi dengan pemerintah daerah lain di seluruh Indonesia,” jelas dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, pogram eRetribusi pasar juga merupakan dukungan terhadap program pemerintah dalam gerakan nontunai. Program eRetribusi juga merupakan pengembangan bisnis BTN untuk digital banking.

“Selain mempermudah pelayanan bagi pedagang, layanan eRetribusi juga akan memaksimalkan pendapatan daerah yang secara sistem dapat dipertanggunjawabkan. Di samping itu ada efisiensi sumber daya manusia, pengadaan karcis retribusi, serta efisienai waktu.” tambah Maryono.

Dengan eRetribusi, kata dia, juga dimaksudkan untuk mengenalkan masyarakat atau para pedagang pasar pada perbankan. Pihaknya juga ingin para pedagang nanti juga gemar menabung untuk masa depan, dengan rekening yang dimiliki.

“Ke depan kita juga akan memberi fasiltas kredit pada para pedagang untuk mengembangkan usaha. Termasuk fasilitas kredit pemilikan rumah atau KPR.” pungkas Maryono – wid

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger