Majukan Karanganyar, Gelar Family Fun Games & Tubing

whatsapp-image-2016-10-02-at-13-57-14

JatengOnline  – Histeria dan ketawa lepas kian bergema seiring sampai area-area yang penuh tantangan dan memicu adrenalin. Itulah suasana begitu dekat lekat kekeluargaan di Griyamukti Jaten. Kali ini refreshing bersama di Ngargoyoso. Selain tubing, diawali dengan fun games yang menggembirakan. Hari ini Minggu, 2 Oktober bertepatan dengan 1 Muharam atau 1 Suro, mengadakan acara Family Funny Games & Tubing di Ngargoyoso.

“Ini luar biasa, peserta sangat semangat! Semangat kebersamaan seperti halnya saat di masyarakat. Semua bergembiradan mendapatkan kesegaran fikiran. Juga ada masukan berupa games outbound ringan. Semakin akrab bisa lepas bercanda-canda disini”, ungkap Yant Subiyanto. Salah satu trainer dan motivator nasional.

Begitu juga yang disampaikan Ketua Panitia, Andang Sumarno, pada saat mampir di Bakso Tengkleng Karangpandan, sepulang dari lokasi refreshing. Sengaja mampir ke destinasi kuliner mantap di Karanganyar ini. “Ini hebat, saya senang sekali, atas support semua warga, acara berjalan dengan sangat baik, lancar”. Sambil menikmati hangat dan nikmatnya menu Bakso Tengkleng Karangpandan.

whatsapp-image-2016-10-02-at-16-26-28Acara ini bukan yang pertama. Sebelumnya juga sudah rafting hingga Magelang. Camping & hiking di Bumi Perkemahan. Sepedaan hingga Boyolali, piknik ke beberapa kota. Namun saat ini dibuat agak berbeda. Mengembangkan daerah sendiri, Karanganyar maksudnya, yang memiliki zona pariwisata yang luar biasa. Bukan saja bapak-bapak atau ibu-ibu namun juga ada beberapa anak yang mengikuti. Pembelajaran team work, empati, kerja keras, tantangan dan masih banyak lagi hal positif yang didapatkan.

Track yang disiapkan cukup menantang, bahkan beberapa peserta mengalami kecelakaan yang membuat semakin mengundang gelak tawa dan sorak sorai dari peserta lain. Sekitar 3 km lintasan dengan kondisi batuan terjal, air cukup deras, walau sungai tidak dalam. Namun membuat peserta semakin semangat dan penasaran.

“Tubing ini memang membutuhkan kepiawian dalam menjaga keseimbangan. Khususnya pada lintasan berkelok dan batu terjal”, ungkap Yant Subiyanto.

Acara yang diawali dengan doa, sarapan ala desa, games, tubing, makan siang dengan rica-rica khas yang dibuat warga sendiri. Melintasi area pegunungan yang indan, hawa dingin sedang, melihat beberapa keindahan alam, juga bekas PLTA yang sudah tidak aktif. Tambahan wawasan untuk peserta. Itulah kegembiraan dengan waktu tempuh yang tidak perlu menginap, namun refresh. – sub

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger