Studi Banding SMPN 4 Mojosongo, Boyolali ke SMPN8 Solo

image006

Penyerahan kenang-kenangan Kepala SMP Negeri 8 Surakarta dengan Ketua Rombongan SMP Negeri 4 Mojosongo, Boyolali.

JatengOnline – Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Nugroho, S.Pd.M.Pd, Sabtu (8/10/2016), menerima kunjungan dari SMP Negeri 4 Mojosongo, Boyolali. Ketua rombongan yang sedang berkunjung menyampaikan tujuannya yakni untuk mencari ilmu dalam pengolahan sampah.

Rombongan yang berjumlah 54 orang yang terdiri dari guru dan siswa, disambut dengan Sapa, Salam, Senyum, Sopan, Santun ( 5 S ) sesuai dengan jorgan di sekolah ini. Mulai dari pintu gerbang sampai di ruang yang sudah disediakan yaitu aula SMP Negeri 8 Surakarta. Mereka kaget dengan situasi dan kondisi ruang dan lingkungan yang bersih di SMP Negeri 8 Surakarta

“Dengan ucapan selamat datang ke SMP Negeri 8 Surakarta yang berada di ujung timur kota Surakarta dan yang selalu aman dari banjir, suatu kebanggan tersendiri atas kunjungannya disekolah ini,” kata sambutan Kepala SMP Negeri 8 Surakarta .

Disampaikan juga sekilas sekolah dengan memperkenalkan Waka Sarpras Ngatman S.Pd., Waka Kesiswaan Wahyu Prihatin sayekti, S.Pd. dan Waka Kurikulum Agus Siswanto, S.Pd. Disebutkan bahwa SMP Negeri 8 dijadikan sekolah MANTAP ( Manajemen Transparans, Akuntabel dan Partisipatif ). Menurut pandangan dari kementerian bahwa SMP Negeri 8 Surakarta termasuk sekolah yang sangat diharapkan.

Pengelolaan sekolah Mantap menerapkan pola manajemen yang mencoba mengimplementasikan prinsip Transparansi, Akuntabilitas dan Partisipasi warga sekolah, tanpa harus mengesampingkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan pola manajemen ini diharapkan terungkap unsur-unsur krusial yang dapat memberikan sumbangan dalam memecahkan masalah.

Sebagai Kepala sekolah yang menginjak tahun ke 5 di SMP Negeri 8 Surakarta, menyampaikan kepada rombongan bahwa sekolah ini mempunyai visi yaitu sekolah yang berprestasi, berbudaya, berwawasan lingkungan berdasarkan iman dan taqwa.

Prestasi akademik se Kota Surakarta SMP Negeri 8 masuk tingkat juara 8. Semua mata pelajaran dengan menggunakan KTSP memasukkan materi lingkungan. Di mulai dari kelas sudah dipilah-pilah antara sampah organik dan non organik. Kemudian sampah-sampah ini diolah hingga menghasilkan pupuk yang bernama “Depanska” artinya Delapan Surakarta. Yang mana mesin pencacahnya merupakan kenang-kenangan berasal dari siswa yang sudah lulus.

Disampaikan juga bahwa SMP Negeri 8 Surakarta bekerja sama dengan LSM yayasan sosial YSKK ( Yayasan Satu Karsa Karya ) dan juga didampingi oleh LSM dari Jerman GIZ ( The Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit ) .

Rombongan juga disuguhi dengan pemaparan kegiatan kesiswaan yang disampaikan oleh Wahyu Prihati Sayekti, S.Pd.tentang program kegiatan OSIS dalam satu tahun. Suguhan lain tentang pemaparan pengelolaan sampah disampaikan oleh Putri Kusumawardani, S.Pd.M.Si dimulai dari rencana aksinya.

Foto bersama.

Foto bersama.

Setelah mendengarkan pemaparan, kemudian rombongan diberi kesempatan untuk mengelilingi lingkungan dengan melihat situasi dan kondisi SMP Negeri 8 Surakarta. Selanjutnya diberi kesempatan untuk melihat profil sekolah mulai dari kegiatan belajar mengajar sampai dengan kegiatan ekstra kurikuler yang berjumlah 18 jenis ekstra. Yang terakhir rombongan diberi waktu untuk tanya jawab yang dipandu oleh Putri Kusuma Wardani S.Pd.M.Si didampingi oleh Ngatman, S.Pd. dan Rekyan Pamusthi, S.Pd.

Rombongan di acara terakhir yaitu penyerahan tali asih untuk kedua sekolah. Tidak lupa dari sekolah memberikan contoh pupuk Depanska, siapa tahu nantinya bisa mempunyai keinginan untuk membeli dan kecanduan dengan pupuk Depanska. Akankah pembaca lainnya juga ikut tertarik ??? – Ditulis oleh Dra. Sri Suprapti, Sie Publikasi SMP Negeri 8 Surakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger