Penyaluran PMN Harus Utamakan Produk dan Pekerja Lokal

iwn_7910-370x290

JatengOnline – Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk sejumlah BUMN tahun anggaran 2016 sudah disepakati Komisi VI DPR RI. Totalnya mencapai Rp34,318 triliun untuk 23 BUMN. Dengan PMN kali ini, diharapkan, sejumlah BUMN mengutamakan penggunaan produk dan pekerja lokal.

Anggota Komisi VI DPR RI Endang Srikarti Handayani (F-PG) mengatakan, bahwa BUMN harus menempatkan rekening PMN secara terpisah. Dengan penyaluran PMN ini, rekruitmen pekerja lokal dan penggunaan produk lokal harus diutamakan. Harapannya untuk memberikan keuntungan bagi negara.

Ditegaskan politisi dari dapil Jateng V ini, dana PMN yang disalurkan ke rekening BUMN, tak boleh digunakan untuk membayar utang. Dan pemerintah diimbaunya untuk tidak lagi menunda-nunda pencairan PMN.

“Itu saya minta dengan sangat Kementerian BUMN bisa memprioritaskan penyaluran PMN untuk BUMN yang belum menerima. Tidak boleh tersendat lagi penyalurannya,” ujar Endang.

Ditambahkannya, keberadaan BUMN penting sebagai PR negara dalam urusan bisnis. Apalagi pemberlakuan MEA saat ini. Negara banyak kebanjiran produk-produk asing.

Negara harus sudah siap menghadapi persaingan ekonomi di tingkat regional. Indonesia, kata Endang, harus bangkit. Dan beberapa BUMN yang mendapat PMN tersebut menjadi tumpuan negara di garda terdepan untuk menghadapi persaingan itu.

“BUMN harus mampu menyukseskan program-program pemerintah. Seperti diketahui, pemerintah ingin membangun kedaulatan energi dan pangan lewat peran BUMN,” pungkas Endang. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger