Kualitas SDM & Produk Upaya Atasi Persaingan di MEA

p_20161011_115759

Anggota Komisi VI DPR RI Endang Srikarti Handayani berbincang-bincang dengan jajaran manajemen PT Permodalan Nasional Madani (PNM) usai menjadi pembicara dalam program pengembangan kapasitas usaha di Hotel Omaya, Selasa (11/10).

JatengOnline, Solo – Usaha kecil menengah (UKM) atau industri kecil menengah (IKM) jangan hanya menjadi jago kandang. Demikian pesan Anggota Komisi VI DPR RI Endang Srikarti Handayani kepada 160 pelaku UKM ketika menjadi pembicara/motivator dalam program pengembangan kapasitas usaha (PKU) yang digelar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Hotel Omaya, Selasa (11/10/2016).

Menurut dia, UKM/IKM harus bisa naik kelas, yakni dengan meningkatkan kualitas produk, kapasitas sumber daya manusia (SDM), dan sektor produksi lainnya. Kualitas di berbagai bidang sangat dibutuhkan bagi UKM/IKM dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sekarang ini.

“Selain bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri, UKM/IKM juga harus bisa go internasional untuk bersaing dengan produk dari negara lain,” kata Endang.

Direktur Bisnis Mikro II PT PNM Carolina Dina Rusdian menambahkan, memang tidak mudah mendorong UKM/IKM untuk bisa naik kelas, seperti halnya yang disampaikan anggota legislator dari Boyolali tersebut. Karena itu, PNM mengubah pola pendekatan pada para pelaku UKM/IKM. Yakni, terlebih dahulu melakukan pembinaan, baru kemudian penyaluran pinjaman modal.

“Peningkatan UKM memang harus dilakukan dari unit terkecil di daerah-daerah karena persaingan pelaku UKM kini mulai dirasakan dari tingkatan lokal, daerah, nasional, hingga regional. PNM akan mendampingi UKM hingga siap bersaing pada level regional maupun mancanegara,” kata dia.

Di samping itu, tambah Carolina, pemberdayaan UKM yang dilakukan PNM juga tidak bisa dilakukan sendiri melainkan harus ada sinergi yang kuat dan kerja sama lintas sektoral dengan pihak-pihak terkait.

“Peningkatan produktivitas dan daya saing UKM menuju pasar regional hingga internasional menjadi cita-cita PNM untuk mewujudkan masyarakat sejahtera melalui ekonomi kerakyatan,” jelasnya.

Pemimpin cabang PT PNM Solo Bambang Martanto mengatakan, hingga akhir September tahun ini PNM Solo sudah menyalurkan pembiayaan hingga Rp 95 miliar bagi 1.025 nasabah atau pelaku UKM dari target Rp 145 miliar sampai akhir tahun di Soloraya.

Sementara outstanding kredit sejak PNM cabang Solo beroperasi hingga kini sudah memcapai Rp 148 miliar. Selain menyalurkan pembiayaan, PNM juga melakukan pembinaan, pendampingan, dan membukakan akses bagi UKM. – wid

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger