Waspada Pencucian Uang & Pendanaan Teroris

img-20161011-wa0005

Akademisi dan praktisi BPR, Suharno memaparkan materi dalam in house trainning di Hotel Kamajaya Kamaratih Tawangmangu, belum lama ini.

JatengOnline, Solo – Para bankir bank perkreditan rakyat (BPR) harus paham tentang pencucian uang dan pendanaan terorisme. Pasalnya, community bank itu rentan akan dua kegiatan tersebut, apalagi di era digital seperti sekarang ini.

Hal itu dikatakan Komisaris BPR Arta Agung, Bambang Nuryanto, ketika membuka in house training Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT), di Hotel Komajaya Komaratih, Tawangmangu, belum lama ini.

“Saya mengharapkan kepada semua pimpinan dan karyawan di semua lini, tanpa terkecuali harus mengerti, memahami dan melaksanakan APU dan PPT. Karena, dengan kemajuan teknologi dan perkembangan global, BPR rentan disalahgunakan oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan pencucian uang dan dijadikan sarana aliran dana teroris,” katanya.

Sebanyak 40 peserta mengikuti in house training yang menghadirkan Soeharno, akademisi dan praktisi BPR. Dalam kesempatan itu, Soeharno mengajak peserta untuk memandang APU dan PPT bukan sebagai suatu kewajiban. Namun sebagai kebutuhan untuk melindungi BPR dari tindakan ilegal yang melanggar hukum, yaitu pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Menurut dia, bila pencucian uang dan pendanaan terorisme sampai terjadi akan berdampak pada reputasi BPR. Bila BPR rusak reputasinya maka kepercayaan masyarakat juga akan hilang. Hilangnya kepercayaan akan mengancam keberlangsungan usaha.

“Belum lagi akan berurusan dengan pihak berwajib,”papar staf pengajar prodi Akuntansi dan MM Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta ini. – wid

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger