HIMKI Pecah, Asmindo Tarik Diri

p_20161026_154054

JatengOnline, Solo – Lantaran kepentingannya dihambat dan  tidak terakomodasi, Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo), melalui rapat pimpinan nasional (Rapimnas), secara bulat menarik diri dari penggabungan di Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI). Rapimnas diselenggarakan di Adhiwanngsa Hotel Solo. Rabu (27/10/2016)

Seperti diketahui bahwa, sejak bulan Mei 2016 lalu, atas permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi), agar dua asosiasi melebur diri ke HIMKI yang merupakan lembaga baru bagi para pelaku industri mebel dan kerajinan kayu hasil penggabungan Asmindo dan Amkri (Asosiasi mebel dan kerajinan kayu Indonesia).

Ketua Tim Caretaker Asmindo, David R Wijaya mengatakan, bahwa sejak penggabungan bulan Mei lalu, cacat hukum karena tidak memenuhi kuorum yang dibutuhkan, sehingga dalam perjalanannya pun mengalami hambatan.

“Diawal penggabungan  akan memperhatikan asas kesetaraan, kebersamaan dan keadilan. Namun kenyataan hingga rapimnas ini digelar, tak satupun asas itu dilakukan,”  ujar David R Wijaya, saat jumpa pers

p_20161026_153206.

Dalam Rapimnas Asmindo bertajuk “Konsolidasi Organisasi Membangun Kebersamaan Dalam Kesetaraan Untuk Kemanfaatan Anggota” itu, mayoritas pengurus lama Asmindo yang sebelumnya telah membubarkan diri itu sepakat untuk keluar dari HIMKI.

Ditambahkan David, dari  24 komisariat daerah (Komda) Asmindo secara nasional hanya sembilan yang diakomodir dalam kepengurusan HIMKI, selebihnya tidak jelas nasibnya. Belum lagi persoalan bisnis permebelan, seperti SVLK yang hingga kini belum rampung.

“Asmindo yang getol melakukan SVLK, justru tidak dilakukan oleh kepengurusan HIMKI, melalui Rapimnas ini, kita ingin menata ulang Asmindo. Dari 24 Komda di Indonesia, 19 Komda hadir dan sepakat membangun Asmindo kembali,” pungkasnya. – ian

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger