Polemik Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) Kembali Memanas

yarsis-m-djufrie

m. djufrie

JATENGONLINE, SUKOHARJO – Polemik Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) kembali memanas. Untuk kali ke tiga, pengurus Yayasan RSIS berusaha masuk gedung RSIS namun dihalangi oleh pengurus Yayasan Wakaf RSIS (YWRSIS) dan pegawai RSIS. Suasana pada Kamis (5/1/2017) cukup memanas.

Sekitar pukul 08.00 massa pengurus RSIS dengan menggunakan rompi coklat muda yang berjumlah sekitar 30orang mencoba masuk , namun dihalangi oleh pengurus YWRSIS dengan menggunakan rompi hitam.

Nampak dari dalam petugas rumah sakit mengunci semua akses masuk rumah sakit, kalaupun ada pintu yang dibuka seperti pintu UGD dan pintu kecil lainnya, dijaga ketat dan ditanya siapa dan mau kemana.

Salah satu keluarga pasien yang enggan disebut namanya mengaku tidak nyaman dengan peristiwa tersebut dan sempat ketakutan bilamana terjadi bentrok.

“Tadi mau masuk ditanya tanya disuruh cepat, apa mau bentrok. Jadi tidak nyaman.” ungkapnya.

Dari pihak jajaran direksi RSIS maupun YWRSIS tidak ada yang bersedia dimintai keterangan, dari pihak Yarsis, diwakili oleh Muh Asngad, Ketua Dewan Pembina Yarsis.

“Kami Yarsis sah sebagai pemilik RSIS,” tandas Asngad, sembari menunjukkan sejumlah bukti baru yang menegaskan bahwa Yarsis sah sebagai pengelola dan pemilik RSIS, bukan YWRSIS dibawah pimpinan Dr Djufrie.

Yakni surat pembatalan keputusan Badan Wakaf Indonesia soal pergantian nazhir tanah wakaf yarsis yang dikeluarkan 15 September 2016. Surat keterangan dari Badan Pertanahan Surakarta yang menyatakan tidak ada pendaftaran wakaf tanah di kadipiro dan RSIS dikeluarkan pada 23 Agustus 2016 dan surat dari pengadilan yang menyatakan bahwa Yarsis berhak mengelola RSIS, bukan Ywrsis.

Asngad mengatakan pihaknya tidak patah semangat dan besuk akan kembali lagi. “Ini kan rumah kami, kami berhak masuk kapan saja. Tapi kok dihalangi, kasihan masyarakat yang akan berobat. Karena kalau tidak segera diambil alih, ijin rumah sakit dicabut.bahkan mulai bulan ini karyawan hanya terima gaji 50% saja.” imbuh Asngad.

Sementara itu nampak aparat dari Dalmas Polres Sukoharjo, Polsek Kartasura dan petugas Satpol PP, termasuk petugas pemadam kebakaran siaga berjaga.

Kapoksej Kartasura AKP Demianus mengatakan pihaknya bertugas mengamankan situasi, agar aman terkondisi dan mencegah tindakan anarkis.

“Semua aman terkendali, tadi sempat ada keributan tapi semua aman. Setelah ini kami tetap akan melakukan pengamanan kerjasama dengan satuan intelkam,” kata AKP Demianus. (jia)


Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger