Rusunami Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Daerah ?

JATENGONLINE, SOLO – Pembangunan hunian vertikal seperti rumah susun (Rusun) dengan harga terjangkau diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah. Selain itu, adanya Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) juga dapat mengefesienkan pemanfaatan lahan untuk perumahan masyarakat.

Pemerintah daerah ke depan mau tidak mau harus mendorong pembangunan perumahan secara vertikal. Dan Pembangunan Rusunami akan berdampak pula pada pertumbuhan ekonomi suatu daerah

Adapun rencana pembangunan rusunami bersubsidi pertama kali di Solo Raya oleh pengembang, dikawasan Gentan Sukoharjo disikapi positif oleh Real Estate Indonesia (REI) Solo Raya.

Meskipun sesuatu yang baru, potensi pasarnya sendiri belum bisa diprediksi seberapa besar peminat di properti sektor tersebut.

Menurut Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Solo Raya, Anthony Abadi Hendra, jika ditinjau dari karakteristik masyarakat Solo dan sekitarnya, kebanyakan mereka masih berminat di rumah landed.
Apalagi jika di tinjau dari penghasilan rata-rata Upah Minimum Kabupaten Kota (UMK) Solo Raya perbulan dikisaran 1,5 Juta.

rusunawa

“Joint income antara suami istri baru dikisaran Rp. 4 juta, sedangkan rusunami flpp sudah Rp. 250 juta, ” ungkap Tony, ketika dihubungi. Kamis (19/1/2017)

Ditambahkan Tony, untuk rasio Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) nya pun juga gak masuk. Dan, untuk rencana siapa pengembangnya pun REI Solo Raya juga belum mengetahuinya.

Dengan kondisi lahan terbatas, tutur Anthony, kebijakan pemerintah diharapkan mengarah pada vertical housing, dalam rangka percepatan penyelesaian backlog penyediaan perumahan.

Selama Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) mampu membelinya, ini merupakan alternatif pemenuhan rumah bagi masyarakat yang belum memiliki tempat tinggal.

Namun yang juga perlu diperhatikan, dalam pembangunan rusunami ini, terutama yang ditujukan untuk MBR, karena pada kenyataannya sering tidak tepat sasaran. Hal ini bisa terjadi karena pemerintah tidak melakukan pengkajian serta pemetaan potensi pasar dengan benar.

Ketika ditanya, tentang lokasi dan lahan yang rencananya didirikan bangunan tersebut, Anthony menjelaskan, sebatas tidak melanggar rutrk, dimanapun lokasinya sangat memungkinkan, termasuk di daerah Manang, Gentan Sukoharjo. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme
wordpress