NU dan Muhammadiyah Komitmen Hargai Perbedaan

Pertemuan NU dan Muhammadiyah – Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung bersama para ulama NU dan Muhammadiyah se-Kabupaten Malang. FOTO: IST

JATENGONLINE, MALANG – Senantiasa selalu menciptakan dan memelihara rasa aman, tertib, nyaman, tenteram dan humanis demi terwujudnya situasi kamtibmas yang kondusif. Dan menjaga nama baik sebagai warga negara Indonesia kapan dan dimanapun berada, demi persatuan dan kesatuan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah kewajiban.

Sementara dinamika politik belakangan ini mengarah pada instabilitas keamanan. Kebhinekaan seolah sirna akibat disharmoni antarumat beragama. Sehingga membuat masyarakat makin resah.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, prihatin dengan kondisi demikian, kemudian membuat gagasan acara “Silaturahim Antarulama NU dan Muhammadiyah se-Kabupaten Malang, di kampus Universitas Raden Rahmat (Unira), Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Kepanjen, baru-baru ini, seperti dikutip Beritajatim.com.

Ide yang digagas oleh mantan sekretaris Kapolri tersebut, menilai pentingnya Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Whatoniyah untuk menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila.

“Selain ajang sulaturahmi, pertemuan Ini penting juga untuk menguatkan konsolidasi masyarakat di Kabupaten Malang bersama ulama dan antarumat beragama,” tegas Ujung, sapaan akrab Kapolres.

Melihat situasi kebangsaan saat ini, tidak berlebihan jika dapat mengarah pada instabilitas kamtibmas. Menurut Ujung, kebhinekaan adalah perekat nasionalisme, patriotisme, dan cinta Tanah Air.

“Berbagai bibit dan benih keretakan sangat mudah diaktifkan oleh sekelompok tertentu yang mengarah destruktif, sehingga kebhinekaan saat ini nyaris sirna,” tegasnya lagi.

Ditambahkan Ujung, intoleransi meningkat melalui berbagai macam bentuk provokasi, ajaran kebencian, dan sebaran berita hoax yang akhir-akhir ini marak di media sosial. Dan ancaman konflik sosial pun semakin nyata jika dibiarkan.

“Nilai-nilai 4 pilar kebangsaan yang sudah menjadi konsepsi dan komitmen bersama para pendahulu dalam mendirikan negara ini, dikhawatirkan luntur jika hal ini dibiarkan.” katanya.

Presiden pertama Soekarno pernah mengatakan, “Perjuanganku lebih mudah karena harus mengusir penjajah. Tapi perjuanganmu atau kita-kita selaku generasi penerus akan lebih sulit karena harus melawan anak bangsa sendiri,”paparnya.

Menurutnya, fenomena tersebut sudah terlihat saat ini, abad 21, di mana sesama anak bangsa bertikai karena sekelompok orang yang sengaja memicu benih-benih kebencian antarumat beragama. Dan Ulama memiliki peran sentral dalam membangun kedamaian dan keamanan.

“Meskipun UUD memberikan kewenangan pada Polri untuk menegakkan hukum dan menyelenggarakan kamtibmas serta perlindungan, penganyoman, dan melayani masyarakat. Tapi tanpa bantuan ulama semua tidak ada nilainya,” terangnya.

“Ulama punya peran sentral dalam membangun kedamaian dan keamanan bangsa,” kata Ujung

Ulama berperan penting dalam mengajarkan akidah dan syariat Islam, lanjut Ujung. Selain itu, memotivasi dan membekali ilmu duniawi sebagai bekal kehidupan, serta mengajak umat Islam membela kepentingan agama dan kedamaian.

Menyikapi fenomena saat ini, Ujung mengajak seluruh ulama NU dan Muhammadiyah di Kabupaten Malang untuk berperan langsung dalam mewujudkan situasi aman dan kondusif di tengah-tengah masyarakat. Tujuannya, membangun peradaban Islam yang damai dan toleran, serta meniadakan potensi kehancuran yang mengarah pada perpecahan bangsa.

“Mari kita bersama memperkokoh ukhuwah untuk merawat dan menjaga NKRI dan Pancasila,” tandas Ujung. Dan itu merupakan poin penting yang ditekankan dalam acara silaturahmi dengan para ulama se-Kabupaten Malang. (jia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger