UNIBA Gelar Lokakarya Pertanian

JATENGONLINE, SOLO – Program Studi Agribisnis dan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta, bertempat di Hotel Indah Palace telah mengadakan Lokakarya Penyempurnaan Kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Sebagai narasumber adalah Dr. Ir. Joko Sutrisno, MM Dosen Agribisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dan Prof. Dr. Ir. Hadi Wiyono, M.Si Ketua Prodi Agroteknologi UNS. Peserta terdiri dari dosen dan staf akademik di lingkungan Fakultas Pertanian UNIBA. Selasa (21/2/2017)

Pada kesempatan itu dijelaskan bahwa KKNI sudah dimulai perintisannya sejak tahun 2003 namun baru disahkan oleh Presiden RI pada awal tahun 2012 melalui upaya melakukan kualifikasi terhadap lulusan perguruan tinggi di Indonesia dengan menerbitkan Perpres No. 08 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang menjadi acuan dalam penyusunan capaian pembelajaran lulusan dari setiap jenjang pendidikan secara nasional.

Terbitnya Perpres No. 08 Tahun 2012 dan UU PT No. 12 Tahun 2012 Pasal 29 ayat (1), (2), dan (3) telah berdampak pada kurikulum dan pengelolaannya di setiap program.

Kurikulum yang pada awalnya mengacu pada pencapaian kompetensi menjadi mengacu pada capaian pembelajaran (learning outcomes). Secara ringkas KKNI terdiri dari sembilan level kualifikasi akademik SDM Indonesia. Latar belakang yang mendasari diselenggarakannya KKNI di antaranya menjamurnya perguruan tinggi di Indonesia dengan standar lulusan yang bervariasi, penamaan program studi yang tidak tertata, serta tantangan global yang dilihat sebagai kesempatan Indonesia untuk lebih mengembangkan kualifikasi pendidikan menuju level yang lebih baik.

Capaian Pembelajaran (learning outcomes) merupakan internalisasi dan akumulasi ilmu pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan kompetensi yang dicapai melalui proses pendidikan yang terstruktur dan mencakup suatu bidang ilmu/ keahlian tertentu atau melalui pengalaman kerja.

Untuk meningkatkan kualitas lulusan perguruaan tinggi, program studi Agroteknologi dan Agribisnis mempunyai profil lulusan. “Pada Prodi Agroteknologi : 1. Pelaku bidang pertanian diharapkan mempunyai etika dan rasa tanggung jawab terhadap profesi. 2. Manajer diharapkan mampu berinteraksi dengan lingkungan budaya yang berbeda. 3. Pengusaha diharapkan mampu menginisiasi berwirausaha. 4. Peneliti diharapkan mempunyai kemauan untuk belajar sepanjang hayat dan peka terhadap kondisi lingkungan sekitar. Dan 5. Komunikator diharapkan mempunyai kemampuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi,” tegas kaprodi Agroteknologi ibu Libria Widiastuti, SP, MP.

Sedangkan kaprodi Agribisnis,Tria Rosana Dewi, SP, Msi mengungkapkan bahwa profil lulusan Agribisnis diharapkan, 1. Wirausaha Agribisnis diharapkan mampu melaksanakan dan mengelola usaha dibidang Agribisnis antara lain usaha dibidang saprodi, budidaya, pasca panen, pemasaran, dan penyedia sarana pendukung usaha Agribisnis. 2. Konsultan Bisnis diharapkan memberikan masukan dan solusi bagi permasalahan inovasi teknologi dan manajemen yang dihadapi pelaku-pelaku usaha dibidang Agribisnis. 3. Peneliti diharapkan dapat melakukan penelitian atau kajian mengenai permasalahan-permasalahan dibidang Agribisnis. 4. Birokrat dan Perencana Pembangunan diharapkan menjadi pegawai di instansi pemerintah yang berkontribusi dalam penyusunan rencana pembangunan daerah khususnya rencana pembangunan bidang Agribisnis. 5. Tenaga profesional di lembaga perbankan diharapkan menjadi tenaga profesional yang mampu melakukan analisis kredit, riset nasabah atau investasi. Dan 6. Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat Agribisnis diharapkan menjadi fasilitator dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di bidang Agribisnis. (ian)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger