Sepuluh Bali Baru Destinasi Pariwisata Indonesia

JATENGONLINE, JAKARTA – Kota Makassar di Sulawesi Selatan pada 6-10 September 2017 nanti akan menjadi tuan rumah Indonesia Creative Cities Conference (ICCC) untuk ketiga kalinya. Dua ICCC sebelumnya digelar di Solo pada 2015 dan Malang pada 2016.

Dari ICCC pula telah terbentuk Indonesia Creative Cities Network (ICCN) yang menjadi rekanan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang dipimpin Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

Sekretaris Jenderal ICCN Liliek Setiawan menyatakan, ICCC 2017 akan menggali lebih banyak potensi wisata kreatif yang bisa menjadi ujung tombak peningkatan kunjungan pariwisata di daerah masing-masing.

Menurutnya, berbagai daerah di Indonesia memiliki potensi untuk menjadi tujuan wisata utama. Hal itu sejalan dengan kebijakan Presiden Jokowi dan Menpar Arief Yahya tentang sepuluh destinasi pariwisata baru atau yang disosialisasikan sebagai Sepuluh Bali Baru.

“Saya yakin sekali bahwa dengan kekayaan dan keindahan alam yang kita miliki di Indonesia dapat menciptakan 100 Bali baru,” ujar Liliek, Jumat (24/2/2017).

Liliek Setiawan

Liliek Setiawan, Sekjen ICCN

Ditambahkan Liliek, Kemenpar telah berhasil menggenjot jumlah kunjungan wisman. Bahkan target kunjungan 12 juta wisman 2016 pun tercapai.

Namun, kata Liliek, perlu perencanaan matang untuk mengejar target-target selanjutnya. Apalagi ada target kunjungan 20 juta wisman pada 2019 nanti.

Liliek mengaku tahu persis kinerja Kemenpar di bawah komando Arief Yahya dalam mengejar target kunjungan wisman. Yakni mengejar target dengan perencanaan dan strategi jitu.

“Ada keberhasilan yang telah direncanakan, jadi kami tidak terlalu terkejut atas prestasi ini karena semua pekerjaan telah tertata rapi sejak awal berdasar road map yang sudah ditetapkan,” katanya.

Lebih lanjut Liliek mengatakan, untuk pertama kalinya pemerintah memiliki sistim yang tepat dalam upaya menggenjot investiasi bidang pariwisata. Menurutnya, sudah seharusnya pariwisata menjadi ujung tombak dalam peningkatan pertumbuhan perekonomian nasional.

Tahapan dasar atau hukum baku dalam proses perekonomian adalah tourisme, trade dan investment atau yang dikenal dengan rumus T-T-I, terang Liliek.

“Di mana pintu masuk untuk menggiring peningkatan investasi adalah melalui promosi pariwisata yang menarik sehingga dapat berlanjut ke tahapan-tahapan berikutnya,” pungkasnya. (ian)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme wordpress