Training of Trainer UPK Plupuh

Pinjaman Murah Bukan Solusi untuk UKM

JATENGONLINE, SOLO – Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Plupuh, Sragen, Jumat-Sabtu (24-25/2), bertempat di Loji Hotel, menyelenggarakan training of trainer (TOT).

Ketua UPK, Dedy Prasetyo, SE, menjelaskan TOT diikuti 31 peserta dari unsur Forum Kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) dan Koordinator Pemberdayaan Ekonomi Desa (KPED).

Bertujuan selepas TOT peserta bisa membimbing dan mendampingi kelompok SPP melaksanakan organisasi kelompok dengan baik dari sisi administrasi maupun manajerial.
Kelompok SPP semua anggota ibu-ibu. Usahanya beragam, jual sembako di rumah, pedagang pasar, penjahit, konveksi, peternak.

“Bila organisasi kelompok SPP sehat, maka dana pinjaman yang digulirkan akan lancar, tidak ada yang macet dan usaha anggota SPP tumbuh dan berkembang ” ungkapnya.

Narasumber TOT, direktur Amalia Consulting, Drs. Suharno, MM, Akuntan berharap kepada peserta agar bisa menjadi fasilitator yang fun dan antusias, tidak mendikte serta menggurui, menggunakan pendekatan adult Learning (pembelajaran orang dewasa).

“Trainer jangan banyak berbicara, namun harus lebih banyak mendengar agar mampu membimbing, memotivasi dan memfasilitasi dan memberikan solusi dengan baik ” paparnya.

Lebih lanjut, Suharno, mengungkapkan problem utama UKM dalam permodalan bukan bunga, terbukti bunga murah seperti program KUR, NPL perbankan penyalur KUR justru meningkat.

“Pelaku UKM butuh kecepatan pelayanan, kemudahan prosedur dan tidak adanya agunan dalam pengajuan pinjaman. Terbukti jasa di UPK lebih tinggi dari KUR, namun NPL lebih sehat, bahkan tidak sedikit yang NPL nol persen. Padahal tidak menggunakan agunan sama sekali hanya menggunakan sistem tanggung renteng,” jelasnya (arn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger