IAPE 2017 Di Buka, Solo Jadi Pendahulu

Kota Solo Pilihan Pertama Penyelenggaraan  Indonesian Apparel Expo ” Pameran Produk Pakaian” Solo 2-4 Maret 2017
JATENGONLINE, SOLO – Indonesian Apparel Production Expo (IAPE) 2017, yang diselenggarakan di Diamond Solo Convention Center (DSCC), Expo, Industri Apparel, Pameran Garment, Pameran Kaos, Pameran Konveksi, Pameran Textile.

Kota Solo menjadi kota pertama dalam rangka pembukaan IAPE 2017, sebagai rangkaian dari pameran di beberapa kota di Indonesia antara lain, Makasar, Bali, Surabaya dan Bandung. “Solo dinilai sukses sebagai kota dengan antusias paling besar pada pelaksanaan di tahun sebelumnya, sehingga di pilih sebagai pembukaan pameran di tahun ini,” ujar Aulia Sunhandhyka, Chief Executive Officer (CEO) More Media Kreasi, disela pembukaan pameran. Kamis (2/3/2017)

Pameran IAPE merupakan pameran untuk industri yang bergerak dari hulu- hilir industri textile, baik skala besar hingga perorangan, konveksi, sablon, bordir, dan lain lain. IAPE berupaya mendorong pertumbuhan industri berbasis Apparel untuk menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sehingga seluruh elemen usaha industri Apparel mampu bersaing.

Ketua Harian BPP Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jateng, Lilik Setiawan, di dampingi Adi Putra, Ketua Panitia, dan Gareng S Haryanto, Ketua Kadin Solo saat memotong pita pembukaan pameran IAPE 2017, di DSCC. Kamis (2/3/2017)

Ketua Harian BPP Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jateng, Lilik Setiawan, di dampingi Adi Putra, Ketua Panitia, dan Gareng S Haryanto, Ketua Kadin Solo saat memotong pita pembukaan pameran IAPE 2017, di DSCC. Kamis (2/3/2017)

Dan, Sebagai tolok ukur dinamika bisnis mesin dan industri produksi pakaian di Kota Solo. Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) 2017, adalah pameran yang mengusung tema kreativitas dan optimalisasi bisnis sandang Indonesia, tahun ini memasuki penyelenggaraan keempat.

“IAPE 2017 kali ini telah menjadi agenda rutin sebagai event pameran industri dan teknologi produksi sandang di Indonesia. Dari tahun ke tahun responnya cukup bagus, dan kedepan makin diminati,” tambah Aulia.

Bisnis produksi pakaian merupakan bisnis yang sangat potensial sebagai usaha, imbuhnya, baik UKM maupun industri tekstil ekspor. Terlebih, bisnis produksi pakaian merupakan bisnis yang padat karya atau membutuhkan banyak tenaga kerja.

“Kita menonjolkan efisiensi di industri garmen pada pameran kali ini, dengan hadirnya mesin-mesin jahit terbaru. Termasuk juga hadirnya tren digital printing terbaru,” jelasnya.

Konsistensi pameran ini menunjukkan bahwa bisnis industri produksi pakaian di daerah Solo dan sekitarnya terus tumbuh dan berkembang. Di sisi lain, pameran IAPE Solo 2017 menjadi media untuk mendekatkan diri kepada pelanggan yang sudah ada maupun calon pelanggan baru.

IAPE Solo 2017 diikuti 45 perusahaan penyedia bahan dan mesin produksi pakaian. Dengan target mampu menarik minat 6.000 pengunjung selama pameran. Pameran kali ini hadir lebih lengkap. Dengan adanya area khusus yang memfokuskan pada perkembangan industri grafika. Untuk masuk ke pameran ini gratis, hanya dengan membawa kartu nama untuk registrasi. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger