Solo Jadi Barometer Industri Tekstil

Liliek Setiawan, Ketua Harian BPP Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Tengah. saat ditemui dilokasi pameran

JATENGONLINE, SOLO – Gelaran Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) Solo 2017 di Diamond Solo Convention Center, yang digelar sejak Kamis (2/3/2017). Pada penyelenggaraan sejak hari pertama dan kedua, minat pelaku bisnis dan masyarakat umum terhadap industri garmen, konveksi, sablon dan digital print apparel sangat tinggi.

Terbukti pelaku bisnis industri produksi pakaian Solo dan sekitarnya mulai melakukan transaksi. Kota Solo pun saat ini menjadi salah satu barometer perkembangan dunia tekstil yang menyentuh semua lini. Sehingga pemanfaatan teknologi mesin yang modern dan canggih jadi sebuah keniscayaan.

“Industri tekstil saat ini berkembang kian dinamis,” kata Liliek Setiawan, Ketua Harian BPP Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Tengah.

Maka peluang itu yang dibidik Moremedia Kreasi dengan menyelenggarakan pameran IAPE 2017 ini. Melalui pameran ini diharapkan memberi kesempatan para pelaku bisnis dan masyarakat umum di Solo dan sekitarnya untuk mendapatkan informasi dari vendor-vendor peserta pameran tentang teknologi terkini. Kota Solo sangat tepat untuk penyelenggaraan pameran ini, karena konsumen terbesar dari tekstil adalah dalam negeri.

“Permintaan tekstil dalam negeri baru sekitar 70 persen, kedepan diharapkan bisa mencapai 100 persen,” jelas Liliek.

Sementara pameran roadshow yang telah memasuki tahun keempat ini dikemas dengan jangkauan yang lebih luas dan lengkap. Termasuk bersinergi dengan DPC PPGI Surakarta dengan menghadirkan pameran produk dan jasa grafika bertajuk Grafika Expo 2017.

Ketua Panitia IAPE Solo 2017, Adi Putra menyampaikan, pameran IAPE 2017 yang berbarengan dengan gelaran Grafika Expo ini diikuti 45 perusahaan dari berbagai daerah di Indonesia. Yang terdiri dari penyedia mesin dan teknologi di industri sandang di bidang garment, digital printing tekstil, sablon dan konveksi.

“Pameran yang berlangsung tiga hari ini ditargetkan dikunjungi 6.000 pelaku bisnis dan masyarakat umum,” papar Adi Putra, dipembukaan pameran.

Dalam perkembangan industri tekstil saat ini, imbuhnya, pelaku bisnis tak punya pilihan lain selain membidik di area Jawa Tengah, selain memiliki pasokan sumber daya manusia yang terdidik dan terampil, juga ketersediaan lahan dan infrastruktur yang memadai. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger