Azana Hotels & Resort Bidik Niche Market

Master Hotel Indonesia, Dicky Sumarsono
JATENGONLINE, SOLO – Azana Hotels and Resort hingga akhir bulan Desember 2016 kemarin, telah mengelola 35 hotel di Indonesia, dan hingga akhir 2017 akan membuka lagi 35 hotel yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selain yang sudah di buka di bulan Februari lalu, yakni di Jombang, Belitung, Malang dan Surabaya. Sedangkan rencana di bulan Maret ini akan melakukan opening lagi 4 hotel baru, masing -masing di Pekanbaru, Jayapura, Surabaya dan Lampung.

Sementara untuk di kota Solo, Azana Hotels and Resorts masih dalam proses pembangunan The Kedhaton Hotel, hotel bintang 5 yang direncanakan opening di Oktober, serta Front Inn One Cabin yang akan beroperasi di Mei 2017.

Menurut CEO Azana Hotels and Resorts, Dicky Sumarsono mengatakan, hotel kabin yang saat ini dalam proses pembagunannya menerapkan konsep yang berbeda dibandingkan hotel sejenis yang saat ini telah ada di pasaran. Dengan tetap mengutamakan kenyamanan meskipun dengan luasan kamar yang minimalis.

“Idenya sebetulnya dari Jepang, yakni hotel-hotel kapsul, namun kita modifikasi menjadi kabin, karena orang di Indonesia tidak begitu nyaman kalau tidur di hotel kapsul,” papar Dicky Sumarsono, kepada Lintas1. Sabtu (4/3/2017)

Hotel berkonsep kabinpun saat ini sudah banyak di Surabaya, Jakarta maupun di Makasar, semuanya laku dan penuh semua kamarnya, lanjut Dicky, namun modifikasi yang di lakukannya, menyediakan fasilitas kamar mandi didalam kamar. Karena hotel kapsul yang selama ini ada, kamar mandinya diluar.

Hotel Kabin
Hotel ini ditujukan untuk menyediakan akomodasi standar dan murah bagi pengunjung yang tidak memerlukan pelayanan seperti umumnya pada hotel-hotel konvensional untuk semalam saja. Hotel ini banyak digunakan oleh pekerja yang terlambat pulang karena lembur dan harus kembali bekerja di pagi hari berikutnya.

“Meskipun ada pula yang menyewa mingguan atau bulanan karena alasan ekonomisnya,” ujar Dicky

Ruang untuk tamu sengaja dibuat berukuran kecil, misalnya menjadi sebuah peti modular yang terbuat dari plastik atau fiberglass yang berukuran sekitar 2 x 1 x 1,25 m, menyediakan tempat yang cukup untuk tidur.

Fasilitas yang diberikan misalnya hiburan seperti televisi, konsol elektronik, dan koneksi internet nirkabel. Ruangan-ruangan kapsul ini umumnya ditumpuk menjadi bertingkat dan berjajar kesamping, dengan tangga pijakan yang digunakan untuk naik keruangan diatasnya. Barang bawaan tamu dapat disimpan di loker terpisah.

Privasi tamu terjaga dengan adanya tirai atau pintu fiberglass. Kamar mandi dan tempat mencuci tersedia di dalam untuk digunakan pribadi, berbeda dengan selama ini yang ada, kamar mandi disediakan untuk digunakan bersama.

Hotel Niche Market
Adalah segmen pasar yang sangat spesifik tapi menguntungkan. Dari produk atau jasa yang khusus ditujukan untuk memuaskan pasar yang secara spesifik. Ini dimaksudkan untuk memperkecil pesaingan di pasar. hanya sedikit pengusaha yang tergabung dengan niche market sebab mereka lebih spesifik dalam memasarka sesuatu.

Niche market merupakan ceruk dalam sebuah pasar. Karna ceruk inilah terkadang perusahaan-perusahaan tidak sadar bahwa walaupun hanya sebuah ceruk tapi mempunyai potensi yang cukup menguntungkan bagi perusahaan.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan bisnis ialah dengan menggarap niche market atau ceruk-ceruk pasar khusus. Menggarap ceruk pasar khusus (niche marketing) ini juga merupakan salah satu cara yang terbukti cukup ampuh bagi para entrepreneur pemula agar bisa survive dalam merintis bisnisnya.

Azana Hotels & Resort hingga akhir Desember 2016 kemarin, telah mengelola 35 hotel di Indonesia, di antaranya : The Cube Hotel Jogja, De Laxston Hotel Jogja, Laxston Hotel Jogja, Quin’s Colombo Hotel Jogja, Front One Inn Muntilan Magelang, Grand Amira Hotel Solo, Viva Front One Hotel Kediri, Lotus Garden Hotel Kediri, Front One Hotel Pamekasan Madura, Front One Hotel Jayapura, Urban Style by Front One Hotel Lampung, Megara Boutique Hotel Pekanbaru, Front One Hotel Lahat Palembang, Front One Inn Sidoarjo, Hersya Front One Inn Surabaya, Front One Inn Surabaya, Front One Inn Malang, The Kedhaton Boutique Hotel Solo dan yang lainnya.

Ditambah dengan yang saat ini sedang dikembangkan hingga akhir tahun 2017 akan berjumlah sekitar 70 hotel. (ian)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger