Tiga Tahun Syariah Hotel Solo

Hotel Pertama dan Satu-Satunya di Indonesia, Syariah Hotel Solo Raih Sertifikat Syariah Hilal Dua

JATENGONLINE, SOLO – Berusia tiga tahun, Syariah Hotel Solo kembali menorehkan prestasi lagi di jagat industry perhotelan tanah air. Jika di tahun lalu, Syariah Hotel Solo telah mendapatkan Sertifikat Jaminan Halal dari LPPOM MUI Jawa Tengah dari sisi pengadaaan dan pengolahan makanan dan minuman. Kali ini Syariah Hotel Solo mendapatkan Sertifikat Syariah Hilal Dua dari Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI di sisi pelayanan kepada tamu.

Sertifikat Syariah Hilal Dua ini resmi diumumkan pada 6 September 2016, dan diterima oleh pihak manajemen Syariah Hotel Solo di awal tahun 2017 ini. Menurut DSN MUI, Syariah Hotel Solo menjadi hotel syariah pertama dan hotel satu-satunya di Indonesia yang telah mengurus dan mendapatkan Sertifikat Syariah Hilal Dua dari MUI Pusat.

“Sertifikat Syariah Hilal Dua yang kami terima dari DSN MUI ini menambah daftar prestasi kami lagi. Meskipun proses pengurusannya membutuhkan waktu tidak sedikit, namun karena kami sudah berkomitmen, proses pengurusan sertifikat halal dari sisi pelayanan tamu ini tetap kami perjuangkan kemarin,”ungkap Direktur Utama PT. Lor Inernasional Hotel (LIH), Purwanto Yudhonagoro.

Menurutnya, Sertifikat Syariah Hilal Dua ini melengkapi usaha pihaknya untuk menjadikan Syariah Hotel Solo sebagai hotel berkonsep syariah seutuhnya. Selepas tahun lalu, pihak manajemen pun telah berhasil mendapatkan Sertifikat Halal dari LPPOM MUI Jawa Tengah.

“Dengan mendapatkan Sertifikat Syariah Hilal Dua dari DSN MUI ini, semakin memicu kami menjadi The Real Biggest Syariah Hotel in Indonesia sesungguhnya. Kami ingin menjadi pelopor dan panutan dalam perkembangan bisnis hotel syariah di Kota Surakarta maupun Indonesia,”terang Purwanto.

Melangkah menuju usia tiga tahun ini, kata Purwanto, pihaknya kini telah masuk dalam Kategori The Best 10 Hotels in Solo menurut Tripadvisor dari total 66 hotel yang telah disurvey. Dalam kesempatan tersebut, Syariah Hotel Solo menjadi satu-satunya hotel berkonsep syariah yang disejajarkan dengan hotel konvensional lain yang lebih dahulu berdiri dan berjaringan internasional.

Milad 3 Syariah Hotel Solo
Menambahkan, Public Relations Manager Syariah Hotel Solo, Paramita Sari Indah W berkata, dalam rangka perayaan Milad Ke-3 Syariah Hotel Solo ini, pihaknya menyelenggarakan beberapa kegiatan yang melibatkan internal managemet seluruhnya.

Mita menerangkan, pada Milad 3 Syariah Hotel Solo ini pihaknya masih mengemas perayaan untuk ditujukan untuk karyawan seutuhnya dengan menampilkan gelaran-gelaran acara sederhana namun tetap mengesankan. Perayaan Milad 3 Syariah Hotel Solo ini akan dilaksanakan selama 2 hari, yakni pada Hari Jumat-Sabtu, 10-11 Maret 2017.

Pada Hari Jumat (10/3), pihak management akan membagi-bagikan mukena dan sarung kepada 10 musholla yang berada di sekitar Syariah Hotel Solo. Sementara pada Hari Sabtu (11/3), pihak management akan menghelat puncak acara Milad 3 Syariah Hotel Solo yang dinamai Gathering Rahmatan Lil’Alamin. Dimana pada hari yang sama, sebelumnya akan dilakukan acara penanaman pohon yang berlokasi di Garden Syariah Hotel Solo.

“Pada Gathering rahmatan Lil’Alamin akan menghadirkan Trio Terawang (Tera, Wawin, Mamang) dan Lek Manteb (Eko) yang menghidupkan acara dengan lawakan mereka. Selain itu adapula pengumuman The Best Employe Of The Year, tausiah dan doa dari ustadz, pemotongan tumpeng, penampilan band top 40, dan pembagian doorprize,”pungkasnya.

Sejarah Syariah Hotel Solo
Didirikan pada tanggal 11 Maret 2014, dimana bertepatan dengan momentum Surat Perintah Sebelas Maret atau lebih dikenal dengan Supersemar, sang pemilik Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto berharap dengan berdiri pada tanggal tersebut diharapkan pendirian Syariah Hotel Solo dapat mengukir sepanjang sejarah industry perhotelan di Indonesia. Mengingat, seperti yang diketahui, Supersemar sendiri merupakan salah satu momentum bersejarah di Indonesia dimana ayahanda Hutomo Mandala Putra, Mayor Jenderal Soeharto ketika itu selaku panglima Angkatan Darat diberikan surat perintah dari Presiden Soekarno agar segera mengambil tindakan yang perlu untuk memulihkan keamanan dan ketertiban ketika waktu itu.

Sebelumnya, sang pemilik mengamati dewasa ini perkembangan bisnis syariah di Indonesia semakin menggeliat dari tahun ke tahun. Konsep bisnis berprinsip syariah pun satu per satu bermuculan dan mendapat respon positif masyarakat yang mulai jenuh dengan bisnis berkonsep konvensional. Melihat peluang yang cukup menggiurkan tersebut, akhirnya Tommy Soeharto pun sepakat dengan sepenuh hati menambah propertinya di bidang perhotelan kembali, namun kali ini didirikan dengan prinsip syariah. Bahkan tak tanggung-tanggung hotel syariah yang diluncurkannya ini berlabel terbesar di Indonesia. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme
wordpress