Nurul Hayat Solo Bantu Laptop Untuk Anak Yatim

Dan Pemberian Modal Usaha Bunda Yatim

JATENGONLINE, SOLO – Sosoknya sederhana,berwajah teduh, dengan senyum yang khas seakan terselip ketabahan dan kesabaran, Ida Purwanti, demikian nama lengkapnya, suaminya telah meninggal dunia pada tahun 2009 dan masih memiliki 2 buah hati. Saat itu si sulung, Murni Puspitasari berusia 7 tahun, dan si bungsu, Gilang Reza Prasetyo masih 3 tahun.

Sehari – hari demi membiayai sekolah buah hatinya dan memenuhi kebutuhan hidup, dengan berjalan kaki dari Segempol, desa Dukuh, kecamatan Ngargoyoso ke Pasar Karangpandan dengan bekerja sebagai penjaga toko alat rumah tangga.

Ketika datang ke kantor untuk mengambil beasiswa yatim untuk putra bungsunya, dirinya banyak bercerita perjalanan hidup dan nasibnya dengan senyum ketabahannya.

“Saya berangkat setelah Subuh karena toko buka jam 7 pagi, dan tutup jam 4 sore. Saya ketika Maghrib terkadang masih di jalan, belum sampai rumah,” kata perempuan lulusan SLTP ini.

“Gaji saya sebulan Rp. 750.000,- dengan uang makan sehari Rp. 5.000,- untuk makan siang. Sementara untuk sarapan saya bawa dari rumah,” lanjutnya.

Saat ini putrinya, Murni Puspitasari sudah duduk di bangku sekolah kelas 1, SMK N 1 Karanganyar, jurusan Multimedia.

“Alhamdulillah anak saya yang sulung diterima di sekolah favoritnya dengan jurusan sesuai keinginanya,” ucapnya.

Dengan mata berkaca-kaca, diceritakan bahwa sering jam 19.00 anaknya belum pulang ke rumah. Dirinya selalu menelepon atau menghubungi anaknya ketika belum pulang, dan jawabannya anaknya pulang terlambat karena mengerjakan tugas sekolah dengan meminjam laptop temannya.

Sudah lama si sulung meminta dibelikan laptop, tapi Bu Ida dengan lembut menjawab semoga ada rizki sehingga ibu bisa membelikan.

Alhamdulillah ada donatur yang berkenan memberikan sedekah laptop second layak pakai dan membantu modal usaha bagi Bu Ida melalui Yayasan Nurul Hayat Solo. Penyerahan laptop dan bantuan modal usaha diberikan oleh Staff Program Nurul Hayat Solo, Lilik Purwanto.

“Alhamdulillah dengan adanya laptop, dek Murni bisa mengerjakan tugas sekolah di rumah. Dan alhamdulillah, Bu Ida insya Allah akan membuka warung angkringan di dekat waduk dengan modal usaha yang diberikan melalui Nurul Hayat. Terima kasih para donatur, semoga menjadi pemberat timbangan kebaikan di akhirat,” kata Lilik. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger