Optimis Solo dan Jateng Tuan Rumah HPN 2018

MENINJAU WISATA : Tim Verifikasi HPN 2018 Muhamad Ihsan dan Teguh Santosa meninjau destinasi wisata di Situs Manusia Purba Sangiran di Sragen.

JATENGONLINE, SOLO – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta bersama PWI Jateng tetap optimistis menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) 2018 yang akan ditetapkan pada Selasa, 21 Maret 2017 di Jakarta.

Sebelumnya, Tim Verifikasi HPN 2018, Muhamad Ihsan dan Teguh Santosa meninjau langsung persiapan di Kota Solo. Kedua orang yang masuk pimpinan PWI Pusat itu, sempat berdiskusi dengan Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo di Loji Gandrung ditemani sejumlah pengurus. Diantaranya Ketua PWI Surakarta, Anas Syahirul dan PWI Jateng, Amir Machmud.

“Besok ditetapkan dalam pleno oleh PWI Pusat di Jakarta, kami (PWI Solo dan Jateng), optimistis,” terang Ketua PWI Surakarta, Anas, Senin (20/3/2017).

Anas menambahkan, banyak aspek, kenapa Solo dan Jateng. Menurut dia, usia PWI pada 2018 masuk 72 tahun, atau 9 windu sehingga menjadi momentum penting untuk melihat kesejarahan PWI pertama kali dibentuk di Solo.

Lalu tahun 2018 juga bersamaan dengan 1 abad gedung Sasana Soeka yang sekarang jadi Monumen Pers Nasional (MPN). Di gedung inilah para tokoh pers di masa perjuangan membentuk PWI tahun 1946. Koran berbahasa daerah pertama atau Bromartani dan perusahaan percetakan pertama atau Lokananta lahir di Solo.

MENINJAU HOTEL : Tim Verifikasi HPN 2018 Muhamad Ihsan dan Teguh Santosa ballroom The Sunan Hotel, Kota Solo

MENINJAU HOTEL : Tim Verifikasi HPN 2018 Muhamad Ihsan dan Teguh Santosa ballroom The Sunan Hotel, Kota Solo

“Jadi tahun 2018 seperti Napak tilas kesejarahan pers Indonesia. Karena masih ada yang tidak tahu secara rinci sejarahnya di Solo. Selain itu pandangan masyarakat di nasional dan internasional tertuju ke Solo. Salah satunya karena Presiden Joko Widodo berasal dari Solo,” ungkap dia.

Ketua PWI Jateng, Amir menambahkan, pihaknya mendorong terselanggaranya HPN 2018 di Solo dan Jateng. Menurut dia, tidak hanya fasilitas yang memadai. Tetapi juga sumber daya manusia (SDM) cukup mendukung. Bahkan, akan banyak manfaat untuk masyarakat. Diantaranya mengerek perekonomian, keterbukaan informasi, peneguhan kembali sejarah hari pers, hingga branding kota. Karena nantinya bandara, stasiun, pasar oleh-oleh, perhotelan, UMKM, hingga tempat wisata juga akan ikut terdampak.

“Kami terus mengawal, semoga pusat menetapkan Solo dan Jateng jadi tuan rumah tahun depan,” harap dia.

Selain bertemu kepala daerah dan meninjau venue seperti ruang pertemuan dan hotel, Tim Verifikasi HPN 2018 Muhamad Ihsan dan Teguh Santosa juga melihat salah satu destinasi wisata di Situs Manusia Purba Sangiran di Sragen. Menurut Ihsan, secara detail fasilitas, infrastruktur dan pendukung di Solo dan Jateng sangat memadai.

Begitu juga dengan dukungan pemerintah setempat. Namun keputusan ada saat rapat pleno penetapan tuan rumah pada Selasa, 21 Maret 2017 di Jakarta. “Ada kandidat lain seperti Sumbar dan Sumut. Memang selama 7 tahun ini di daerah timur Indonesia. Makanya kami mengecek di daerah Jawa,” ungkapnya. (pwi)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme wordpress