Stakeholder Pariwisata Pertahankan Solo Kota Kuliner

Direktur utama Sinergi Event Daryono memberi penjelasan pada wartawan terkait pelaksanaan Solo Indonesia Culinary Festival ke-4 yang akan digelar, 6-9 April di kawasan Manahan Solo.

JATENGONLINE, SOLO – Kota Solo sebagai destinasi kuliner nomer satu di Indonesia dari Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata. Berpotensi besar meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan masyarakatdi kota ini harus bisa memanfaatkan predikat Kota Kuliner tersebut.

Pemerintah Kota Surakarta, harus memetakan potensi wisata kuliner serta mendokumentasikannya. Terutama kuliner khas dan tradisional yang hampir punah.
Apalagi di 2015, pendapatan pajak hotel dan restoran senilai Rp 55 miliar, sekitar Rp 31 miliar disumbang dari kuliner.

Direktur Utama Sinergi Event, Daryono mengatakan, para pelaku bisnis kuliner bisa menjadi ambasador dari predikat Solo sebagai kota kuliner nomer satu ini. Tidak hanya sebatas mengenyangkan perut dan memanjakan lidah.

“Kuliner sangat strategis, sebab bisa digunakan sebagai sarana diplomasi, mulai politik, kebudayaan, kesenian. Banyak persoalan selesai di meja makan,” kata Daryono, Ketua Panitia Solo Indonesia Culinary Festival (SICF) 2017, di Mr. Cubby Resto. Selasa (21/3/2017).

Pada SICF ke 4 tahun 2017 ini, bakal ditampilkan makanan tradisional khas Solo seperti tengkleng, gempol pleret, sate kere, brambang asem, tongseng, dan lain sebagainya.

Selain mengeksplorasi makanan tradisional,imbuh Daryono, juga mengkampanyekan makanan sehat. Antara lain dengan mengurangi MSG atau micin dengan diganti bumbu tradisional. (ian)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger