Buku Dahsyatnya Bisnis Hotel di Indonesia, Best Seller !

JATENGONLINE, SOLO – Dalam buku setebal 351 halaman, berjudul Dahsyatnya Bisnis Hotel di Indonesia yang ditulis Dicky Sumarsono, Master Hotel Indonesia masih menjadi best sellers. Buku yang mengupas dan membeberkan rahasia bisnis hotel dengan mudah, feasible dan dahsyat ini pun, sudah memasuki cetakan ke 4, sejak diluncurkan pada tahun 2014 lalu.

Best Seller atau Penjualan Terlaris adalah sebutan keren untuk buku-buku yang terpampang di setiap toko buku. Dan , kriteria best seller menurut salah satu penerbit kenamaan syaratnya mencapai penjualan minimal 50 ribu buku per tahun.

Jadi semisal harga sebuah buku tersebut sebesar Rp 50.000 maka dalam setahun penjualan yang diraih sebesar lima puluh dengan nolnya tiga berpangkat dua atau (50000)2 = dua puluh lima dengan delapan nol di belakangnya. Berarti 25 0000 0000 atau 2.500.000.000 (dua setengah milyar)

Ada juga yang menyatakan jika jumlah penjualannya mencapai 2000 eksemplar per bulan atau lebih dari seribu eksemplar sebulan sudah dapat dikategorikan Best Seller. Jika dikalikan dua ribu dengan harga sebuah 50 ribu berarti sekitar seratus juta rupiah per bulan. Apalagi jika bisa diterbitkan 1000 eksemplar saja kita tentu sudah bisa menduga raupannya.

Dicky Sumarsono - dahsyatnya bisnis hotel di Indonesia

Buku ‘Dahsyatnya Bisnis Hotel di Indonesia’ yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama ini juga mengupas bagaimana memulai bisnis hotel yang diawali dengan membangun dua hotel budget. Termasuk memulai dan menjalankan bisnis hotel, cara menjadi pengusaha industri perhotelan, cara mendapatkan modal hingga cara melakukan strategi pemasaran efektif dan powerful.

Pesatnya pertumbuhan hotel kala itu, tahun 2012, telah menginspirasi Dicky Sumarsono menulis buku ini. “Pada tahun 2012 pertumbuhan hotel budget di Indonesia tercatat nomor satu di dunia,” jelasnya.

Hingga saat ini pun, menurut Dicky, hotel masih menjadi bisnis yang menarik karena banyak pengusaha di luar perhotelan pun mulai melirik dan beralih ke perhotelan.

Sederet nama perusahaan besar seperti AirAsia, Intiland, Agung Podomoro, Kompas ataupun Maspion. Tidak hanya menggarap bisnis hotel saja namun sekaligus pengusaha hotel dengan terjun di properti hotel.

Salah satu poin yang cukup menarik dari buku Dahsyatnya Bisnis Hotel di Indonesia, ditulis pria yang telah sukses mengantarkan The Sunan Hotel Solo sebagai 2014 traveler’s choice Tripadvisor award as 25 hotels winner for families-Indonesia ini, yakni diuraikan pula konsep bisnis hotel masa depan.

“Melihat ketatnya persaingan di industri ini, smart convention hotel termasuk pilihan paling tepat,” tegasnya.

Bisnis hotel punya capital gain yang tinggi, tambah Dicky, profitabilitas hotel tertinggi ada di Indonesia, makanya banyak investor masuk dan buka hotel di sini. (ian)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme wordpress