Satu Mahasiswi Pingsan Ditengah Aksi 505 di Tugu Kartasura

Satu mahasiswi pingsan saat aksi 505 yang digelar aliansi Mahasiswa Merah Putih di Tugu Kartasura. JATENGONLINE, SUKOHARJO – Aksi 505 yang digelar sejumlah elemen umat Islam terkait sidang kasus penistaan agama dengan tersangka utama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama juga terjadi di Sukoharjo. Aksi dilakukan Jumat (5/5) sekitar pukul 14.00 di Simpang Tugu Kartasura dengan diikuti sekitar 50 mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa merah putih.

Teriknya matahari tak menjadikan semangat peserta aksi demo surut. Sambil membawa spanduk, bergantian, masing – masing mahasiswa menyerukan tuntutannya melalui orasi. Mereka menuntut perlindungan terhadap wibawa yudikatif, penjagaan terhadap independensi hakim dan pemeliharaan supremasi hukum.

Aksi yang digelar ditengah padatnya arus lalu lintas kota tersebut dikejutkan dengan jatuh pingsannya seorang peserta aksi, seorang mahasiswi mendadak jatuh. Diduga peserta pingsan karena tidak sanggup menahan paparan terik matahari, kemudian oleh peserta aksi lain dan petugas korban dilarikan ke rumah sakit terdekat.

“Perjuangan kami jelas, menuntut penista agama (Ahok -Red) dihukum dengan tujtutan penjara maksimal lima tahun,” ujar koordinator aksi, Jafar Wawan, disela orasinya.

Ditambahkan Jafar, rentetan aksi 411, 212, 212 jilid 2 hingga 313 merupakan bukti, bahwa umat muslim di Indonesia tidak tidur, telinga mereka menyimak kotornya lisan pejabat yang telah menghina ayat suci, menuduh Al Maidah ayat 51 sebagai alat kebohongan. Bahkan kasus penistaan agama yang diduga di lakukan Ahok menurut mereka menjadi pengugah persatuan umat muslim di setiap penjuru tanah air.

Sementara, jalannya aksi mahasiswa sempat membuat lalu lintas disekitar pertigaan Kartasura tersendat. Tak kurang 1 peleton pasukan Dalmas Polres Sukoharjo dibantu anggota Polsek Sukoharjo dikerahkan mengamankan jalannya aksi demo mahasiswa itu.

Kapolsek Kartasura, Polres Sukoharjo, AKP Demianus Palulungan mengatakan, pihaknya hanya menjalankan tugas pengamanan kegiatan aksi mahasiswa.

“Sepanjang tak mengganggu ketertiban dan kenyamanan maka kami tak akan menghalangi aksi teman – teman mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya,” pungkasnya. (jia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger