Melinda Puspitasari: Dunia Pariwisata Menjadi Incarannya

JATENGONLINE, SOLO – Adalah Melinda Puspitasari, gadis berkulit putih yang lahir di Pati, 24 tahun lalu ini. Memiliki ketertarikan di industri pariwisata, bukan tanpa alasan, sejumlah data akurat tentang informasi di tanah air pun telah di kantonginya.

Sebagaimana telah ditetapkan Kementerian Pariwisata tentang target kunjungan wisatawan pada tahun 2017 sebanyak 15 juta wisatawan. Pemerintah melalui Menteri Pariwisata, Arief Yahya pun telah menyampaikan memiliki strategi untuk menggenjot sektor pariwisata pada tahun 2017.

Melalui kegiatan branding, advertising, dan selling (BAS) tetap dilakukan sebagai hal utama, berdasarkan penilaian brand Wonderful Indonesia yang telah mendunia, kata sang menteri, seperti di sitir gadis yang kini menggeluti di dunia perhotelan, sebagai Executive Secretary and Public Relation pada Hotel Grand HAP , sejak Juni 2013 – Sekarang.

Selling sektor pariwisata, masih lanjut Melinda, dilihat performance sampai Agustus 2016 sudah mencapai target 7,1 juta. Lalu yang sangat khusus adalah media digital (go digital). Ketersediaan ITX (Indonesia Travel X-Change). Yakni semacam market place seperti Traveloka, Agoda tapi difasilitasi dan disediakan oleh pemerintah akan semakin mempermudah pencapaian target destinasi wisata tahun ini.

ITX adalah platform open market place digital tourism yang menjadi terobosan dari Kementerian Pariwisata untuk memudahkan pelaku industri mempromosikan diri melalui Go Digital. Sudah saatnya industri pariwisata memasuki era digital (e-tourism).

Semua pemain pariwisata, travel agent, restoran, juga gak perlu ke mana-mana lagi. Cukup datang ke ITX saja. Simple, mempertemukan buyer dan seller. Itu dasar ketertarikan Melinda gandrung pada industri pariwisata.

Setiap tahunnya, wisatawan asing yang datang ke Indonesia terus bertambah. Dipicu adanya biaya hidup di Indonesia lebih murah dibandingkan tinggal di negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Malaysia, atau Thailand.

“Sewa tempat tinggal, harga makanan dan keperluan hidup sehari-hari di Indonesia termasuk murah sehingga bule senang tinggal di Indonesia.” jelas lajang yang satu ini.

Gaji mereka yang berupa dollar akan sangat banyak jika dipakai untuk biaya hidup di Indonesia, bahkan bisa dikatakan lebih dari cukup untuk gaya hidup mewah disini.

Selain itu, kaya dengan wisata kuliner, Indonesia secara umum memiliki aneka macam masakan lokal yang menggugah selera. Pilihan kuliner yang beragam ini membuat para wisatawan asing tertarik menyelami budaya lokal Indonesia dari makanan. Mulai dari soto ayam, rendang, gudeg, nasi goreng dan bakso yang menjadi makanan favorit para bule.

Sejak lulus dari pendidikan SMK Negeri 1 Tayu, kemudian lanjut ke International Institute Aviation Manajemen, cita-citanya hanya satu yakni kerja di dunia pariwisata, meskipun saat ini di perhotelan, menurutnya juga bagian dari kebutuhan pariwisata juga, kini tengah digelutinya selama 4 tahun dan telah mengalami pergantian General Manager sebanyak 3 kali sejak dirinya bergabung di Hotel Grand HAP Solo.

“Tertarik dunia perhotelan karena panggilan jiwa kali ya…. , karena pingin merasakan bagaimana kerja di hotel,” terang Melinda.

Suka duka di dunia kerja sih banyakk dari yang mengalami pergantian General Manager hingga sampai 3 kal, jadi menurutnya harus mampu dan bisa menyesuaikandengan karakter-karakter dari para GM, yang tentunya sangat berbeda satu sama lainnya, bahkan acapkali harus mengorbankan waktu kuliah kalau pas banyak event di hotel

Cita-cita dan keinginannya yang belum sempat terpenuhi dan kesampaian adalah wisuda sarjana didampingi oleh orang tua. “Bahkan keinginan itu nyaris tak terpenuhi, sarjana didampingi papa.. . Karena sudah dipanggil Allah lebih dulu,” kenang Melinda.

Namun, justru itu yang membuat dara berkulit putih ini terpacu untuk segera menyelesaikan studinya, yang hanya tinggal pendadaran untuk wisuda S1 di Universitas Islam Batik (UNIBA) Solo, di Fakultas Ekonomi Manajemen.

Menempuh belajar diantara kerja memang tidaklah seperti dibayangkan, namun menurut gadis kelahiran Pati, Jawa Tengah ini pun optimis, gelar sarjana akan diraihnya. Pasalnya, para dosen dan pembimbing tempatnya kuliah selalui mendorong dan memberikan support yang luar biasa terhadapnya.

“Bahkan saya selalu di oyak-oyak untuk cepat wisuda, karena tahu kalau saya
sudah selesai skripi tapi tidak segera maju pendadaran,” papar Melinda

Tidak tinggal diam, support dari pimpinan dimana dirinya bekerja, dorongan dosen, telah memantapkan hati Melinda untuk menyelesaikannya di September tahun ini.

“Targetnya, setelah wisuda S1 berencana melanjutkan ke jenjang S2,” yakin Melinda. (ian)

Data Pribadi
Nama : Melinda Puspitasari
Tempat, tgl.lahir: Pati, 31 Oktober 1992
Jenis kelamin : Perempuan
Status Perkawinan : Belum Menikah
Agama : Islam
Alamat : Pondowan RT 05 RW 1 Kec tayu Kab Pati
Telepon : 081215371773
e-mail : nonamelinda78@gmail.com

Riwayat Pendidikan
2013-2016 UNIBA
2010–2012 International Institute Aviation Manajemen
2007-2010 SMK Negeri 1 Tayu
2004-2007 SMP Negeri 1 Tayu
• Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint).
• Internet

Riwayat Pekerjaan
• Executive Secretary & Public Relation pada Hotel Grand HAP , Juni 2013 – Sekarang
• Customer Service pada PT Kencana Sehati, 2012 – 2013

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger