508 Kartunis Internasional Kampanyekan Perilaku Safety Riding

Pemenang pertama Astra Motor International Cartoon Contest Ashady berfoto bersama karya.

JATENGONLINE, SEMARANG – Melalui kegiatan Astra International Cartoon Contest, sedikitnya ada 508 Kartunis dari 66 Negara mengampanyekan etika berkendara melalui goresan warna diatas 1.404 karya kartun. Kompetisi kartun internasional ini merupakan hasil kerja sama antara Astra Motor selaku Main Dealer motor Honda bersama Semarang Cartoon Club (SECAC), dalam rangka membangkitkan kembali semarak kesenian kartun di Indonesia.

“Kartunis Indonesia punya potensi yang luar biasa, karyanya mendunia. Tapi orang tidak banyak yang tahu. Menggandeng Astra, kami adakan kompetisi internasional ini dengan tema etika berlalu-lintas supaya ramai lagi,” ujar Mas Dian MRE, Ketua Penyelenggara Astra International Cartoon Contest, pada saat membuka pameran lomba kartun tersebut di Semarang. Jumat (12/5/2017).

Memang, sudah lama Indonesia tidak mengadakan lomba kartun besar berskala internasional. Kompetisi ini menjadi yang pertama dalam kurun waktu 19 tahun. Tema “Etika Berkendara” pun diambil sebagai kritik tentang fenomena yang kini terjadi pada kehidupan sehari-hari, dimana masyarakat sering mengabaikannya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Wilayah Astra Motor Jateng Yohanes Kurniawan menyampaikan bahwa pihaknya melihat kartun ini merupakan salah satu seni yang unik. Dalam setiap karya, mereka menyisipkan pesan humor tersirat sebagai bahan kritik terhadap fenomena yang ada.

“Saat teman-teman SECAC menyampaikan gagasan kegiatan ini, kami merasa ini jadi salah satu cara yang berbeda untuk bisa mengenalkan perilaku aman berkendara. Karena kalau kita lihat, di jalan raya kini semakin semerawut karena perilaku pengendaranya, dan perlu satu cara yang beda untuk mengingatkan pentingnya etika berlalu-lintas ,” ujar Kurniawan.

Sebanyak 1.404 karya tersebut diseleksi oleh tim juri hingga mendapatkan tiga pemenang utama yang berhak atas hadiah utama senilai puluhan juta rupiah. Pemenang pertama diraih oleh Ashady kartunis asal Yogyakarta, juara kedua adalah Sun Shen Ying asal Tiongkok, dan tempat ketiga diraih oleh Supriatin dari Indonesia.

Selain tiga pemenang utama, juri juga menetapkan lima “Citation Prizes”, yaitu Wahyu Kokkang (Indonesia), Luis Eduardo Leon (Kolombia), M Syaifuddin Ifoed (Indonesia), Alexander Dubovsky (Ukraina), dan Marian Avramescu (Rumania).

Di sela-sela acara pembukaan, juara pertama Ashady mengungkapkan bahwa ide karya yang dibuatnya berasal dari fenomena sehari-hari yang ia lihat di Yogyakarta. Dimana banyak pengendara yang tidak sabaran untuk bisa tertib mengikuti rambu lalu-lintas yang ada.

“Tercetus, gimana seandainya mereka punya remot yang bisa mengendalikan lampu lalu-lintas, biar sekalian. Ini juga sebagai kritik untuk para pengendara dan juga penegak,” ujar Ashady sambil tersenyum.

Menghadapi isu safety riding, Astra Motor Jateng sendiri setiap tahunnya, secara rutin memberikan edukasi secara langsung setidaknya kepada 14.000 individu. Baik dari usia dini, hingga dewasa. Perseroan juga telah membangun Taman Lalu Lintas untuk anak-anak usia dini, serta memliki MoU dengan 58 sekolah yang menjadi Honda Safety Culture School.

Selain itu, sejak tahun 2013, Astra Motor Jateng bersama warga Pandean Lamper, berhasil mengembangkan Kampung Safety Riding Honda pertama dan satu-satunya di Indonesia. Dimana kampung tersebut, telah menerima seragam penghargaan di tingkat nasional.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini, dunia kartun Indonesia hidup kembali. Dan perilaku aman berkendara bisa jadi kesadaran. Satu hati untuk kartunis Indonesia,” tutup Kurniawan. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger