Mendikbud : Siswa SMK Siap Bersaing Tingkat Internasional

Mendikbud Muhadjir Efendi meninjau lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Nasional 2017 di Stadion Manahan Solo.

JATENGONLINE, SOLO – Menteri Pendidikan Muhadjir Effendi optimis lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional. Keoptimisan menteri disampaikan disela peninjauan LKS SMK XXV 2017 yang digelar di Solo dan Sukoharjo selama lima hari mulai 15 – 20 Mei 2017.

“Uji kompetensi ini untuk mengukur tingkat capaian siswa. Melihat ketrampilan siswa SMK kami optimis nanti mampu bersaing ke tingkat internasional. Tinggal perlu diasah lebih terampil lagi. Tahun ini akan ada 142 sekolah yang akan direvitalisasi untuk menyiapkan tenaga trampil lulusan SMK,” ungkap Muhadjir Efendi didampingi sejumlah Dirjen dan pejabat kementrian saat melakukan peninjauan lomba.

Sebelumnya, saat pembukaan LKS SMK 2017 di GOR Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Sukoharjo, Ketua Panitia I LKS SMK 2017, Nur Widyani, menjelaskan dalam event LKS SMK 2017, diikuti sebanyak 1.114 siswa SMK berasal dari 34 propinsi di Indonesia. Ada 56 bidang lomba kejuruan yang dikompetisikan.

“Pembukaan di UMS oleh Direktur Pembinaan SMK, Mustagfirin Amin, kemudian dilanjutkan dengan sejumlah lomba, sosialisasi, seminar dan kegiatan lain yang mengambil venue di sejumlah lokasi,” ungkap Ketua Panitia I LKS SMK 2017 Tingkat Nasional, Nur Widyani kepada wartawan, seusai pembukaan yang dipusatkan di GOR Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Pabelan Kartasura, Sukoharjo, Senin (15/5/2017).

Selain di UMS, kata Nur, ada tujuh SMK serta beberapa lokasi lain yang dipakai sebagai tempat uji kompetensi (TUK) untuk beberapa bidang lomba. Ketujuh SMK tersebut yaitu SMKN 2, SMKN 4, SMKN 5, SMKN 6, SMKN 7, SMK Warga dan SMK Mikael. Sedangkan beberapa lokasi lainnya, yaitu Hotel Swiss Bell, Hotel The Sunan.

Nur mengatakan, dibandingkan tahun lalu, ada beberapa lomba yang berbeda dalam penyelenggaraan LKS SMK tahun ini. Salah satunya yaitu jumlah bidang lomba yang bertambah dari sebelumnya hanya 53 bidang lomba menjadi 56 bidang lomba. Selain adanya empat bidang lomba yang sistem seleksinya dilakukan melalui daring atau secara online, yaitu untuk Software Application, Animation 2 Dimensi, Animation 3 Dimensi, dan Product Inovation.

“Artinya, pengiriman proposal oleh peserta atau para siswa SMK untuk empat bidang lomba tersebut dilakukan lewat online. Termasuk sistem seleksinya,” ujarnya.

Ajang LKS SMK tahun 2017 ini, menurut Nur, juga dimaksudkan untuk mempromosikan keunggulan-keunggulan SMK ke khalayak, khususnya ke sekolah menengah pertama (SMP). Oleh karena itu, SMP-SMP di Solo dilibatkan dalam Program One School One Province (OSOP). Program OSOC yang melibatkan perwakilan dari negara-negara di Asia Tenggara, khususnya ASEAN, diharapkan kegiatan tersebut bisa meningkatkan daya saing bangsa melalui pendidikan kejuruan dan keterampilan serta saling mengenal kebudayaan dan local wisdom dari seluruh penjuru tanah air dan Asia Tenggara. (jia)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme wordpress