S-Invest Sederhanakan Transaksi Reksadana

Ruth Yendra, Pjs. Kepala Unit Pelayanan Pelanggan KSEI, saat bertemu wartawan di Goela Klapa Resto. Rabu (17/5/2017)
JATENGONLINE, SOLO – Bahwa saat ini KSEI bersama BEI dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) melakukan berbagai program peningkatan jumlah investor pasar modal melalui kerjasama dengan perguruan tinggi, hal ini cukup berhasil mengajak mahasiswa sebagai investor muda untuk mulai berinvestasi di pasar modal.

“Saat ini mungkin secara nilai investasi belum terlalu besar, namun kami memiliki keyakinan dalam jangka waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan saat sudah mulai bekerja, mereka akan menjadi investor pasar modal yang berkualitas dan benar-benar paham berinvestasi, sehingga akan mampu mendukung ketahanan Pasar Modal Indonesia”, papar Ruth Yendra, Pjs. Kepala Unit Pelayanan Pelanggan KSEI, saat bertemu wartawan di Goela Klapa Resto. Rabu (17/5/2017)

KSEI juga menyadari bahwa aktivitas investasi di pasar modal yang nyaman perlu didukung dengan infrastruktur yang memadai. Menyikapi hal tersebut, pada 30 Agustus 2016 lalu KSEI telah meluncurkan Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu atau S-INVEST yang merupakan platform dan sistem yang terintegrasi untuk industri Reksa Dana.

Sistem S-INVEST mampu menyederhanakan proses yang dilakukan oleh pelaku industri Reksa Dana dalam mengadministrasikan semua transaksi Reksa Dana sehingga lebih efisien dan transparan. KSEI menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mengimplementasikan sistem terpadu untuk Reksa Dana, mengikuti jejak pasar modal Korea Selatan.

Di tahun 2016, terdapat beberapa pengembangan lain yang telah dilakukan KSEI antara lain penunjukan KSEI sebagai penerbit nomor SID (Single Investor Identification) untuk Surat Berharga yang diterbitkan Bank Indonesia (BI). Kerjasama KSEI dan BI tersebut, memungkinan tersedianya informasi tentang kepemilikan Surat Berharga yang diterbitkan BI yang sebelumnya tersebar di 18 Sub Registry menjadi terpusat di KSEI, sehingga data investor di KSEI semakin lengkap dan terkonsolidasi.

Inisiatif lainnya, KSEI berhasil menginisasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara 100 pelaku industri pasar modal dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen. Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia terkait pemanfaatan data kependudukan untuk mempercepat dan mempermudah pembukaan rekening Efek.

Melalui simulasi yang dilaksanakan pada saat penantanganan PKS, pembukaan rekening Efek dengan menggunakan alat baca KTP elektronik hanya membutuhkan waktu kurang dari 30 menit, dimana sebelumnya butuh waktu beberapa hari.

Atas pencapaian yang telah diraih sepanjang tahun 2016, KSEI berhasil memperoleh penghargaan Marquee Awards sebagai Best Central Securities Depository in South East Asia 2016 oleh Alpha South East Asia.

Untuk inisiatif di tahun mendatang, KSEI merencanakan penerapan eletronic Voting (e-Voting) untuk mengakomodasi penggunaan hak suara investor dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanpa perlu kehadiran investor secara fisik. Diharapkan hal ini dapat memudahkan investor, khususnya investor yang memiliki lebih dari satu Efek, maupun investor di daerah dan investor asing yang tidak berdomisili di tempat berlangsungnya pelaksanaan RUPS.

Proyek strategis lainnya adalah pengembangan sistem utama KSEI yakni C-BEST Next Generation (C-BEST Next-G) untuk meningkatkan kecepatan dan kapasitas sistem hingga 10 kali lipat, sebagai antisipasi peningkatan jumlah investor di pasar modal. (ian)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger