Pesantren Tari: Workshop Tari di Bulan Ramadan

Penari Mugiyono Kasido.

JATENGONLINE, SUKOHARJO – Mugiyono Kasido, master tari internasional bakal membagi pengalamannya dalam sebuah kegiatan berlabel “Pesantri” Pesantren Tari. Yakni kegiatan workshop tentang bagaimana seorang penampil entah itu penari, teater, pemusik, peragawan maupun penyair bisa memikat ketika tampil di panggung.

“Dalam workshop ini bakat atau minat tari para peserta bakal dibimbing untuk mengenali potensi dirinya sehingga penampilannya akan memiliki karakater yang kuat, karena setiap orang memiliki karakter tubuh yang berbeda-beda. ” Ungkap penari dan koreografer internasional yang telah mementaskan karyanya di lima benua itu pada wartawan, Minggu (21/5/2017) di Studio Mugi Dance, Pucangan Kartasura.

Tentang kegiatan yang digelar di bulan puasa ini Mugi mengungkapkan, kegiatan akan berlangsung dalam dua tahap yaitu menjelang buka puasa dan setelah tarawih. “Bagaimanapun disini banyak yang menjalankan ibadah puasa dan tidak semuanya mampu untuk mengikuti workshop dalam keadaan puasa, jadi disesuaikan”, paparnya.

Sebab, lanjut Mugi, workshop tari yang diadakannya selalu dalam format aktif, peserta tidak hanya melihat saja, namun juga langsung mempraktekkannya secara individu. Peserta juga diberi kesempatan berdialog dan bertanya secara aktif.

Kegiatan workshop akan berlangsung pada Sabtu dan Minggu 3 dan 4 Juni 2017 di studio Mugi Dance, Krapyak Rt 1 RW 7 Desa Pucangan, Kartasura, Sukoharjo, dengan diajar langsung oleh Mugiyono Kasido.

Koreografer peraih rekor MURI untuk 36 jam menari nonstop ini juga telah sering memberikan workshop di berbagai tempat. Februari lalu, Mugi memberi workshop di dua tempat di Fukuoka, Jepang. Tahun tahun sebelumnya pernah member worshop di Portugal, Hong Kong, Amerika Serikat maupun di Inggris. (jia)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme wordpress