Menyanyi Bagi Johny Armando Hobby Sekaligus Pekerjaan

Johny Armando

JATENGONLINE, SOLO – Sosok ganteng, tegas dan berkarakter, ada pada diri Johny Armando, pria kelahiran Solo 14 Juni 1975 lalu ini mengawali karirnya di dunia tarik suara sudah sejak usia remaja, dunia nyanyi yang digelutinya selain hobby sekaligus merupakan pekerjaan baginya.

“Nyanyi itu, merupakan hobby dan pekerjaan saya, dan sampai kapanpun akan saya jalani,” jelasnya kepada L1 saat ditemui di salah satu toserba kawasan Kartasura.

Sebagai penyanyi profesional ia sadar harus bisa memenuhi keinginan para pengguna jasa hiburannya, maka harus bisa menyanyikan lagu dari berbagai genre, dan untuk tidak mengecewakan kliennya serta agar tetap dikenal dan menjadi musisi handal, ia pun rela terus belajar mengasah kepiawaiannya agar bisa memenuhi permintaan para penikmat seni.

“Selalu bersikap profesional, serta bisa menyanyikan lagu apa saja, tidak sekadar campursari, namun juga keroncong, pop, dan dangdut sesuai permintaan klien,” jelasnya.

Tak heran bila anak ke 2 dari 3 bersaudara dari perkawinan Benny M Mujahid dan  Lies Sutarliyah ini, telah menyabet beberapa gelar juara atas ketekunannya tersebut. Jhony sudah sejak tahun 90-an mendalami kesenian, mulai dari campursari hingga wayang.

Menjadi langganan juara dalam lomba bintang radio dan televisi, pada tahun 1989 di Solo meraih juara I, kemudian pada tahun 95 secara berturut turut juara I selama lima kali.

Sebelum akhirnya mendirikan grub band Johny Armando All Star yang kini dikembangkannya, waktu dulu dirinya harus benar benar menyanyi dan menjadi jati diri sendiri.  “Ditambah lagi harus bisa ngem-ce (MC), dan masih ngikut player-player,” kenang Jhony.

Johny Armando bersama talent

Sekitar tahun 1994, Jhony kembali mengikuti lomba di Festival PEKSIPIMAS di Bali, dan menang juara I kategori pop pria, dengan membawakan lagu Esok Kan Masih Ada, pesertanya dari 27 propinsi se Indonesia di Art Center Bali, saat itu dirinya masih kuliah di AMTA.

Jhony sudah sejak kecil mandiri, menyanyi di beberapa café, dilakukannya untuk membiayai kuliahnya sendiri. “Nyanyi itu bagi saya hobby yang menjadi pekerjaan,” tegasnya.

Sebagai penyanyi, Jhony tak pelit untuk membagi ilmunya, terutama kepada mereka para pendatang baru, dan mereka yang pernah ikut lomba-lomba yang di adakannya. Atas kebaikan Jhony berbagi ilmu, mereka kini sudah bisa membuka Event Organizer (EO) sendiri dan mandiri hingga sekarang.

“Sebagai pendatang baru murid-murid saya ajari beberapa tehnik, meskipun kebanyakan dari mereka sudah bisa menyanyi, saya tinggal moles saja. Saya pun ikut bangga dan senang, dan tidak pernah merasa tersaingi.” jelasnya.

Di Solo saya merasa senang, imbuh Jhony, karena banyak pendatang baru, karya mereka pun juga variatif dan sangat inovatif, pemusik yang ada di Solo bila ketemu saya meminta untuk diajari. “Saya hanya mengarahkan, kemudian berkembang sendiri,” terangnya.

Sesudah mereka menyanyi dan berinteraksi sosial, lanjut Jhony, akan di lepas dan mereka pun harus bisa menunjukkan kualitasnya, intinya sebagai penyanyi profesional harus bisa menyanyi apa saja sesuai permintaan .

Menurut Jhony, nyanyi itu harus ada artikulasi yang jelas. Meskipun demikian, ia pernah punya pengalaman yang kurang menyenangkan, yakni, waktu itu ada yang memberikan job, karena antara ya dan tidak maka tidak dicatatnya, sehingga pernah salah jadwal, ketika  sudah dandan rapi, ternyata acaranya baru keesokkan harinya.

Jhony yang mantan Manager Café Bola ini tidak pernah bisa tinggal diam, ia bersama adiknya merintis dan mendirikan usaha kuliner yakni Soto Mbak Peni, dan sudah 3 tahun ini berjalan.

“Semua keluarga didorong untuk bisa memiliki usaha,” tegasnya.

Sehingga tidak heran bila ada kesempatan dan melihat potensi pasar, selalu memanfaatkan peluang untuk membuat usaha dan bisnis, kemudian berusaha untuk membuka usaha.

Meskipun berbagai branding telah dilakukannya, termasuk mengadakan lomba nyayi dangdut di Café Bola sebagai penyelenggara dan dewan juri sekaligus. Merupakan ajang bakat dan lomba singers contes tahun 2011, Sekarang dari ajang kontes tersebut banyak yang menjadi penyanyi di Solo.

Keinginannya yang saat ini belum kesampaian adalah  bergabung di HASTA yakni Himpunan Seniman Surakarta. Dan di bulan puasa mendatang, Jhony berencana mengadakan lomba nyanyi yang khusus untuk anak anak jalanan. Karena pada bulan Ramadan, digelar Solo Harmoni dengan menggandeng salah satu radio di Solo. ”Bulan puasa ada program lagu lagu religi.” tutup Jhony mengakhiri. (cie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger