Miniatur Masjid Berbahan “Kembang Goyang & Untir Untir”

Chef Solo Paragon Hotel Solo, Wardoyo, menyusun kue tradisional (kembang goyang, untir-untir, onde-onde) untuk dijadikan miniatur masjid, yang dipajang untuk swa foto pengunjung dan tamu hotel, di lobi hotel tersebut. Jumat (2/6/2017)

JATENGONLINE, SOLO — Momen Ramadhan menjadi saat yang tepat sejumlah hotel berbintang di Solo, berkreasi membuat miniatur masjid dengan bahan baku beragam.

Minatur masjid mulai dari bahan roti, makanan tradisional, hingga daun lontar, bahkan juga ada pembuatan miniatur kubah masjid dari bahan cokelat.

Solo Paragon Hotel and Residences membuat miniatur masjid dari camilan tradisional yang biasa ditemui saat Lebaran, di antaranya kuping gajah, semprong, onde-onde, untir-untir, kembang goyang, jipang, kue kanding, dan pilus warna.

Chef Pastry Solo Paragon Hotel and Residences, Wardoyo, mengatakan miniatur masjid yang dipajang di lobi, dilakukannya selama seminggu dan berukuran 1,6 meter (m) x 1,6 m dan tinggi 2,5 m.

“Kami mengenalkan kembali kue-kue tradisional, yang beberapa di antaranya mulai jarang ditemui,” ujar Wardoyo, disela finishing replika masjid tersebut. Jumat (2/6/2017). (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme
wordpress