Miniatur Masjid Motif Batik Dari Coklat di Lobi Alana Hotel

JATENGONLINE, SOLO – The Alana Hotel & Convention Center – Solo kembali menghadirkan sesuatu yang unik dan bermakna, jika tahun lalu lobby dihiasi oleh miniatur masjid yang terbuat dari susunan kue macarons, kali ini tampak berdiri kokoh miniatur masjid bermotif batik sebagai centerpiece.

Tak hanya motif batik saja keunikannya, akan tetapi miniatur masjid tersebut jika dilihat lebih dekat ternyata terbuat dari cokelat leleh yang memanfaatkan teknik airbrush sehingga dapat membentuk corak-corak batik, dan kubahnya terbuat dari susunan meringue.

Kelezatan cokelat, ternyata tak hanya untuk disantap, akan tetapi juga bisa dikreasikan menjadi hiasan. Siapa sangka, lempengan cokelat ternyata dapat dihias dengan menggunakan teknik airbrush dan aman dikonsumsi.

Ada dua jenis motif batik menghiasi miniatur masjid, yaitu truntum dan parang. Dipilihnya kedua motif tersebut tentu bukan tanpa alasan. Truntum yang merupakan motif batik yang menyerupai bintang di langit malam atau juga bisa dilihat seperti bunga melati yang sedang mekar.

Makna dari batik truntum merupakan lambang cinta kasih yang tulus, murni, dan tengah bersemi. Kebetulan, motif tersebut adalah motif asli batik Sala yang dibuat langsung oleh Kanjeng Ratu Kencana, permaisuri Sultan Pakubuwana III dari Surakarta Hadiningrat.

Dengan mengangkat motif Truntum tersebut, The Alana Hotel & Convention Center – Solo memiliki harapan untuk selalu dapat melayani tamu dengan penuh cinta kasih, ketulusan, serta keberadaannya semakin berkembang dan menjadi lebih baik lagi waktu ke waktu.

Sedangkan motif parang atau pereng (lereng) yang dipilih untuk menghias atap miniatur masjid tersebut memiliki makna petuah untuk tidak pernah menyerah, ibarat ombak laut yang tak pernah berhenti bergerak. Batik parang menggambarkan sebuah garis menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal.

Susunan motif S jalin-menjalin tidak terputus melambangkan kesinambungan. Bentuk dasar huruf S diambil dari ombak samudra yang menggambarkan semangat yang tak pernah padam.

Refleksi dari motif parang bagi The Alana Hotel & Convention Center – Solo adalah agar terus memiliki semangat dalam melayani masyarakat, serta tidak pernah menyerah untuk selalu berinovasi dan memberikan yang terbaik, sehingga keberadaannya bisa memiliki manfaat bagi lingkungan.

“Pembuatan miniatur masjid batik cokelat yang berukuran 20 m2 memakan waktu lebih-kurang 2 (dua) minggu, mulai dari pemasangan rangka hingga proses pelapisan cokelat dan penyusunan 222 buah meringue untuk kubahnya. Menghabiskan kurang-lebih 68 kilogram cokelat, glitter food, pewarna makanan,” ujar Pian Gunawan, Executive Chef The Alana Hotel & Convention Center – Solo.

Pemilihan dua macam motif batik untuk menghias miniatur masjid tersebut juga melambangkan menyambut ulang tahun kedua dari The Alana Hote & Convention Center – Solo pada 29 Juni mendatang.

Dan 222 buah meringue yang menutupi kubah miniatur masjid tersebut juga melambangkan ulang tahun kedua.

“Diharapkan tahun kedua ini menjadi tahun yang lebih baik The Alana Hotel & Convention Center – Solo, sehingga kami dapat melayani dengan terus sepenuh hati, dan semakin memiliki makna bagi khalayak untuk tahun-tahun mendatang,” tutup Sistho A SRESHTHO, General Manager The Alana Hotel & Convention Center – Solo. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme
wordpress