Kampung Mebel Kaliluwih Perkuat Branding

JATENGONLINE, SRAGEN – Dalam rangka syiar dan meningkatkan amalan bulan suci Ramadhand1438 H, Posdaya dukuh Kaliwuluh, desa Sambirembe, Kalijambe, Sragen, bekerjasa dengan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Jaya Abadi & Karya sejahtera, Takmir Masjid & Remaja Masjid Musyahidin, Minggu (18/6/2017) menyelenggarakan kegiatan semarak Ramadhan.

Penanggung jawab, kegiatan, Mustaqim, menjelaskan kegiatan berupa bhakti sosial pembagian paket sembako gratis, pasar murah sembako dan pakaian, kajian motivasi pemberdayaan ekonomi & sosial berbasis Masjid, pengajian petingatan nuzulul qur’an.

“Sembako yang dibagi gratis senilai 50 ribu sejumlah 53 paket, senilai 25 ribu sejumlah 70 paket. Untuk pasar murah sembako senilai 50 ribu dijual separuh harga hanya 25 ribu sejumlah 90 paket. Di samping itu kami juga memberikan santunan untuk yatim dan dhuafa sejumlah 12 anak,” paparnya.

Ketua panitia, Sarjoko, menambahkan di samping bhaksos guna meningkatkan motivasi wirausaha juga diselenggarakan dialog interaktif pemberdayaan ekonomi dan sosial berbasis masjid, tampil sebagai narasumber Direktur Amalia Consulting, Drs. Suharno, MM, Ak, MIPR.

“Warga di sini sebagian besar berprofesi sebagai tukang dan pengusaha mebel, sehingga dikenal sebagai kampung mebel. Agar bisa meningkat pengetahuan dan ketrampilan dari sisi manajemen dan pemasaran kami adakan dialog interaktif yang bersifat aplikatif,” ungkapnya.

Dalam paparannya, Suharno, mengusulkan agar branding kampung mebel dipertajam dan dirumuskan lebih spesifik dan punya daya tarik, sehingga bisa menjadi salah satu obyek wisata di kabupaten Sragen.

“Kami usulkan branding kampung mebel syariah. Pasar syariah dalam tujuh tahun terakhir berkembang pesat dan mencengangkan. Kalau momentum ini dimanfaatkan menjadi peluang bisnis yang sangat luar biasa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Suharno, mengatakan kunci sukses pemasaran adalah membuat orang jadi penasaran. Tindak lanjuti dengan menyusun story telling asal muasal dukuh kaliwuluh menjadi sentra mebel, dikerjakan para tukang yang taat beribadah, setiap memulai bekerja membaca basmalah, bahan baku dari kayu yang halal, yang legal, bukan spanyol alias separoh nyolong.

Acara berlangsung antusias, interaktif dan komunikatif, mendapat respons positif dari peserta, diakhir dengan buka puasa bersama. (arn)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme wordpress