JLK: Eratkan Ukhuwah Menolak Radikalisme

JATENGONLINE, SOLO – Hidup di dunia ini tidak sendiri. Dan, hidup dalam masyarakat yang sangat majemuk. Perbedaan banyak di temukan di sekitarnya. Karena itu, harus dapat saling menjaga diri dalam menjalani hidup di tengah masyarakat yang sangat heterogen.

Keberagaman yang ada harus membuat senantiasa menjalin silaturahmi dengan orang lain. Jangan sampai perbedaan menghalangi untuk menjalin persaudaraan, karena dengan persaudaraan, dapat lebih siap untuk hidup bermasyarakat.

Menurut Faisal Sofyan Sifyan, Ketua Jaringan Lintas Kultural (JLK) Surakarta mengatakan, bahwa toleransi itu membolehkan yang berbeda. Dan, yang beda tidak perlu disamakan dan yang sama tidak perlu dibedakan.

“Kalau antar kelompok, agama atau suku sudah jelas aturannya, yang bahaya itu bila ada sekam dalam satu kelompok.” ungkapnya, ketika dihubungi dikantornya saat persiapan acara. Rabu (21/6/2017)

Sedangkan persaudaraan yang terjalin antar sesama muslim, yang di kenal dengan ukhuwah islamiyah. Yang selalu diajarkan oleh Rasulullah SAW. Ukhuwah islamiyah lebih sering diartikan sebagai rasa atau ikatan persaudaraan sesama muslim, yang disatukan oleh akidah islamiyah yang sama.

Sedangkan menurut Imam Hasan Al Bana, ukhuwah islamiyah memiliki makna sebagai keterikatan hati dan jiwa antara manusia yang satu dengan yang lain karena satu akidah yang sama.

Jaringan Lintas Kultural (JLK) berencana menyelenggarakan Dialog Kebangsaan dengan mengangkat tema “Mempererat Ukhuwah & Menolak Radikalisme” acara diselenggarakan di RM Pondok Dahar Nusantara – Depan Balai Desa Telukan Grogol Solobaru Sukoharjo. Kamis (22/6/2017)

Dialog akan dimulai pukul 15.00 – 17.30 wib dengan menghadirkan narasumber antara lain Gus Kholilurrohman, Habib Ali Gidan Assegaf, Ustadz Syukur Wahyunudin dan Ustadz Jaka Wuryanta. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger