Astamurti Kawijayan, Solo Batik Carnival X 2017

Satu Dasa Warsa Solo Batik Carnival 235 Peserta Akan Turun di Jalanan Solo

JATENGONLINE, SOLO – Edisi dasawarsa ini, Solo Batik Carnival (SBC) 2017 mengusung tema “Astamurti Kawijayan”. Dalam bahasa Kawi, Astamurti adalah bentuk dan kawijayan adalah kejayaan, sehingga ini merupakan wujud kejayaan tradisi budaya Jawa berupa karya seni yang berasal dari nenek moyang tanah Jawa. Dan dimunculkan dalam lima sub tema kostum yakni Topeng, Wayang, Legenda, Sekar Jagat, dan Jatayu.

Disampaikan Ketua Yayasan SBC, Susanto menjelaskan, kecuali Jatayu, subtema tersebut pernah digunakan di SBC pada tahun lalu, karena menurutnya sub tema tersebut merupakan top the best. Karenanya di sepuluh tahun SBC sekaligus merayakan satu dasawarsa di tampilkan lagi sub tema itu.

“Grand carnival bakal digelar tanggal 15 Juli. Ada 235 peserta SBC X akan berpawai dari Jl. Bhayangkara hingga BentengVastenburg. Ditambah 80 delegasi dari Jember Fashion Carnival dan Caruban Carnival Cirebon. Musisi Kota Bengawan, Peni Candra Rini, juga ikut meramaikan acara ini,” papar Susanto, saat jumpa pers di Warung Mbok Marni, Solo, Jumat (7/7/2017)

Peserta SBC 2017, lanjut Santo, akan kembali menari di perempatan Ngarsopuro. Diiringi 40 anggota Gilang Ramadhan Studio Band (GRSB) dengan musik perkusinya.

Rencananya, Grand Carnival dimulai jam 12.00 WIB. Sebelum menyusuri rute karnaval, peserta bakalan menyuguhkan koreografi di catwalk jalanan di Jl. Bhayangkara.

Djoko Santosa saat berpose di depan maskot SBC X – Jatayu, depan Loji Gandrung Solo

Sementara dihubungi ditempat terpisah, General Manager GRSB Solo Grand Mall (SGM), Djoko Santosa mengatakan, untuk SBC yang terbagi dalam 6 rombongan pihaknya telah menciptakan karya baru khusus di even bersama ini.

“Kita bikin 3 karya, besok Minggu (9/7/2017) kita latihan bersama dengan pasukan SBC di Balaikota,” terang Djoko Santosa, General Manager Gilang Ramadan Studio Band (GRSB).

Anak-anak asuhan GRSB akan mempertontonkan sajian musik perkusi dengan alat-alat drum dan perlengkapannya melantunkan lagu-lagu dolanan anak. GRSB SGM Solo nantinya berada di panggung perempatan Ngarsopuro.

“Ada 15 instruktur plus 40 anak-anak yang akan memainkan snaer tom dan cymbal plus dolanan anak, seperti otok-otok, kodok-kodok an, peluit bambu dan lain-lain,” pungkas Djoko.

Ditambahkan Ketua Umumnya, SBC mengusung misi yakni menggali potensi masyarakat untuk menjadi kreatif desainer busana karnaval dengan memanfaatkan batik dan pemakaian bahan daur ulang. Dan even ini akan terus menjadi agenda tahunan Kota Solo.

Sedangkan, untuk exhibition dilangsungkan di halaman Benteng Vastenburg mulai 14-16 Juli 2017. Ada beberapa stan yang ditampilkan, 40 stan makanan, kerajinan tangan, dan fashion. Selain itu, kegiatan yang diadakan dari jam 12.00-22.00 WIB ini juga menampilkan panggung kesenian. Penasaran ? bakal seperti apa Solo Batik Carnival 2017? Catat tanggalnya ! (ian)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Theme wordpress