Indonesia-Iran Fokus Perundingan Dagang Preferential Trade Agreement

JATENGONLINE, JAKARTA – Indonesia dan Iran mengadakan perundingan perdagangan Preferential Trade Agreement (II-PTA), di Teheran, Iran, Minggu, (9/7/2017). Pertemuan ini merupakan putaran ke-3 setelah sempat terhenti tahun 2015.

Pada perundingan ini, Delegasi Indonesia dipimpin oleh Ketua Tim Perundingan Indonesia Iran PTA (II-PTA) Ni Made Ayu Marthini, Direktur Perundingan Bilateral Kemendag. Sedangkan Delegasi Iran dipimpin Mirhadi Seyedi, Deputy for Export Market Development, Ministry of Industry, Mine and Trade Iran.

“Perundingan ini sebagai upaya Indonesia memperluas akses pasar dan diversifikasi produk ke
negara nontradisional. Dengan membuka akses pasar untuk produk-produk unggulan Indonesia dan Iran, perdagangan kedua negara diharapkan mencapai USD 2 miliar. Hal ini sebagaimana ditargetkan oleh kedua Kepala Negara saat kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Iran bulan Desember 2016,” jelas Made.

Menurut Made, dalam putaran ini kedua negara telah membahas draft text II-PTA, modalitas, dan request list guna memfasilitasi produk-produk yang akan diberikan preferensi untuk masuk ke masing-masing negara.

Pertemuan tersebut, lanjut Made, juga membahas hal-hal substantif untuk mencapai kesamaan pandangan dan menghasilkan kerja sama yang benar-benar dapat diimplementasikan.

“Dengan begitu, para pelaku usaha baik dari Indonesia maupun Iran dapat memanfaatkan II-PTA ini secara maksimal,” imbuhnya.

Baik Ketua Tim Perunding Indonesia maupun Iran berharap agar kedua negara dapat segera
menentukan mekanisme pembayaran untuk memfasilitasi transaksi perdagangan. Sehingga
nantinya para pelaku usaha mendapatkan keuntungan tidak hanya berupa penurunan tarif, tetapi juga pembebasan atau pengurangan biaya transaksi ketika II-PTA telah diimplementasikan.

“Untuk memanfaatkan momentum pasca implementasi Joint Comprehensive Plant of Action
(JCPOA), Indonesia dan Iran optimistis perundingan II-PTA dapat selesai akhir 2017. Optimisme ini  penting untuk memberi semangat kepada para juru runding karena kedua Kepala Negara telah  memandatkan untuk segera menyelesaikan perundingan ini. Menteri Perdagangan Indonesia juga meminta Ketua Tim Perundingan untuk menyelesaikannya di tahun 2017,” pungkas Made.

Sekilas Mengenai II-PTA
II-PTA merupakan kesepakatan untuk menurunkan atau menghapus tingkat tarif pada sejumlah pos tarif yang menjadi kepentingan ekspor pihak mitra, dalam hal ini antara Indonesia dan Iran.

Dasar hukum pembentukan II-PTA ditandatangani pada tahun 2005 oleh Menteri Perdagangan kedua negara di Teheran, Iran. Pada tahun 2008, kedua negara sepakat untuk membentuk Trade Negotiating Committee (TNC) untuk menegosiasikan II-PTA. TNC pertama dilaksanakan pada tahun 2010, diikuti oleh TNC ke-2 tahun 2015 dan TNC ke-3 tahun 2017.

Pada periode Januari-Maret 2017, total perdagangan Indonesia-Iran meningkat secara signifikan sebesar 457,36% dibandingkan periode yang sama tahun 2016. Sementara itu, total perdagangan antara kedua negara tahun 2016 sebesar USD 338,6 juta, atau meningkat 23,99% dibandingkan tahun 2015 yang sebesar USD 273,1 juta.

Berdasarkan data neraca perdagangan Kemendag antara Indonesia dan Iran periode 2012-2017, total perdagangan pada tahun 2012 sebesar USD 1,3 miliar. Nilai ini turun di tahun 2013 menjadi USD 568,4 juta. Nilai ini kembali turun di tahun 2014 menjadi USD 448,7 juta dan mencapai titik terendahnya di tahun 2015.

Perjanjian PTA RI-Iran ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kembali perdagangan kedua negara. (*ian)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wordpress Themewordpress
Advertisment ad adsense adlogger